Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Muara Jawa Ulu, Sebta Natanail Silalahi menyampaikan bahwa turnamen sumpit ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Muara Jawa karena adanya antusiasme yang tinggi dari masyarakat, khususnya para penggiat olahraga tradisional.
Ia juga menuturkan pada saat perayaan Erau Adat Kutai di Kota Tenggarong, pihaknya tidak dapat ikut serta dalam lomba menyumpit karena suatu halangan. Oleh karena itu, mereka berinisiatif menggelar perlombaan di tingkat kecamatan sebagai bentuk partisipasi sekaligus memeriahkan HUT TNI.
“Kami kemarin tidak sempat ikut lomba sumpit baik di Erau Tenggarong maupun di IKN, maka kita adakan perdana di Kecamatan Muara Jawa dan kita akan komitmen setiap tahun supaya mengembangkan olahraga sumpit menjadi olahraga yang aktif di masyarakat Kecamatan Muara Jawa,” kata Sebta kepada Korankaltim.com, Rabu (8/10/2025).
Pihaknya berharap dengan turnamen yang digelar perdana ini maka generasi muda setempat bisa ikut berpartisipasi di setiap even turnamen sumpit baik di Kota Samarinda, Kota Tenggarong atau di IKN serta di mana pun.
Saat ini tengah dibuat kelompok penggiat olahraga sumpit ini dan dilakukan pembinaannya supaya tetap dapat eksis.
“Dengan pembinaan maka akan tetap eksis dan kebetulan juga kawan-kawan dari etnis lokal sangat mendukung untuk mengembangkan olahraga tradisional asli Kalimantan ini. Harapannya ke depan supaya Muara Jawa bisa eksis di olahraga sumpit dan bisa dikenal lebih besar lagi,” harapnya.
Ia menyampaikan karena turnamen ini merupakan yang perdana, mereka membuka pendaftaran untuk 60 peserta, yang terdiri atas 30 peserta pria dan 30 peserta wanita. Mereka menjelaskan bahwa untuk kategori pria, jarak yang diperlombakan adalah 15 meter, sedangkan untuk wanita adalah 10 meter. Selain itu, disebutkan bahwa peserta berasal dari kalangan umum, mulai dari pelajar tingkat SMP hingga SMA, maupun masyarakat umum.
“Kami undang semua sekolah SMP SMA untuk mengirimkan siswa siswi mereka yang punya potensi dan giat dalam berolahraga dan mereka juga tidak kami kenakan biaya, semua gratis kita siapkan snack dan makan kita siapkan hadiah juga alat sumpit kami siapkan semua untuk memeriahkan HUT TNI,” sebutnya.
Untuk bertindak sebagai juri lomba sendiri adalah Marthinus Eliyas dari warga Suku Dayak Lundayeh yang merupakan atlet sumpit dari Muara Jawa yang rajin ikut turnamen sumpit di manapun.
“Beliau sangat mengapresiasi semangat pemuda untuk mengembangkan olah raga sumpit agar lebih eksis dan dikenal masyarakat umum sebagai olah raga budaya tradisional dari Kalimantan,” demikian Sebta. (Adv)
Editor: Erwin