Kepala Desa Teluk Dalam, Supian mengatakan pembangunan tidak semata-mata diukur dari infrastruktur besar, tetapi dari bagaimana desa mampu memastikan warganya hidup layak dan produktif. Karena itu, program rumah layak huni menjadi fokus utama pihaknya dalam memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat.
“Ada bantuan-bantuan yang kita rancang untuk warga tidak mampu, terutama terkait rumah. Itu kami prioritaskan agar warga memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Program ini bukan sekadar pemberian bantuan, tetapi bagian dari strategi desa dalam menekan angka kemiskinan, pemerintah desa ingin memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terpenuhi sebelum mereka diarahkan ke program pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, masyarakat memiliki fondasi kehidupan yang stabil untuk dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi desa.
Selain itu, Desa Teluk Dalam juga mulai membangun enam unit lapak usaha di sekitar kantor desa sebagai wadah pengembangan sektor ekonomi kecil. Lapak tersebut disiapkan untuk menjadi pusat kegiatan usaha masyarakat, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk olahan lokal yang menjadi kebanggaan desa.
“Lapak usaha ini akan menjadi sentra ekonomi kecil desa. Kita ingin masyarakat punya ruang yang layak untuk berjualan dan mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Namun, Supian menegaskan, pembangunan fisik hanyalah satu sisi dari upaya pemberdayaan. Pemerintah desa juga telah merancang berbagai dukungan nonfisik, seperti pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, hingga pendampingan strategi pemasaran. Pendekatan menyeluruh ini diharapkan mampu menjadikan UMKM desa lebih mandiri dan berdaya saing.
Dari sekian banyak produk lokal, amplang walet menjadi salah satu kebanggaan Desa Teluk Dalam. Produk olahan khas warga ini bahkan sudah berhasil menembus pameran nasional di Batam berkat dukungan Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kukar.
“Kita bangga, ada produk lokal kita yang sudah sampai ke pameran nasional. Ke depan, kita ingin bantu lebih luas lagi agar lebih banyak pelaku usaha desa yang naik kelas,” katanya.
Supian optimistis, dengan dukungan dari pemerintah kabupaten, dinas terkait, dan masyarakat, Desa Teluk Dalam dapat menjadi contoh desa mandiri yang menggerakkan ekonomi dari skala kecil namun berdampak besar. Keberadaan pusat UMKM di depan kantor desa diyakini akan menjadi simbol kemandirian ekonomi warga sekaligus etalase produk kreatif unggulan desa.
“Dengan dukungan semua pihak, kami ingin UMKM di desa ini tidak hanya berkembang lokal, tapi juga bisa tembus pasar luar daerah bahkan luar negeri,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin