Kepala Desa Teluk Dalam, Supian mengatakan rumah singgah ini direncanakan berlokasi di depan kantor desa, di titik yang dinilai sangat strategis karena dekat dengan pusat layanan umum dan area pengembangan rumah sakit. “Kami ingin fasilitas ini bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi aset produktif yang memberikan pemasukan bagi desa,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembangunan rumah singgah tak hanya difokuskan pada peningkatan PAD, melainkan juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Nantinya, masyarakat akan dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan operasional, mulai dari kebersihan, pelayanan tamu, hingga penyediaan konsumsi. “UMKM lokal akan kami libatkan agar perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh warga sendiri,” tambahnya.
Supian menilai, keberadaan rumah singgah ini juga akan menjadi penunjang mobilitas masyarakat luar daerah yang datang ke Teluk Dalam, baik untuk urusan bisnis, pemerintahan, maupun keluarga.
Ia memastikan, pengelolaan rumah singgah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah Desa Teluk Dalam juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara agar pengembangan aset ini mendapat dukungan dan arahan teknis yang tepat.
“Pembangunannya kita lakukan bertahap, memanfaatkan dana desa dan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga. Harapannya, rumah singgah ini bisa menjadi contoh pengelolaan aset desa yang mandiri dan berdaya guna,” ujarnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur