“Mulai dari atap hingga lantai sudah selesai, dan sekarang masuk tahap pemasangan keramik,” ungkapnya, Sabtu (4/10/2025).
Pembangunan kantor baru ini digarap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Uniknya, desain arsitektur gedung dirancang bukan hanya modern, tapi juga memasukkan unsur budaya lokal yang merepresentasikan identitas warga Maluhu, khususnya masyarakat bersuku Jawa.
“Alhamdulillah, pembangunan kantor lurah ini tidak terkena rasionalisasi anggaran. Desainnya megah dan tetap mengangkat budaya lokal,” jelasnya.
Gedung baru itu juga akan dilengkapi fasilitas penunjang yang lebih lengkap, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih optimal. Bagi Tri Joko, kehadiran kantor yang nyaman dan representatif menjadi bukti bahwa pemerintah serius membangun sistem layanan publik yang berkualitas.
“Bukan hanya bangunannya yang megah, tapi juga lengkap dari dalamnya. Ini bukti bahwa pelayanan tidak setengah-setengah,” bebernya.
Ia pun berharap kantor baru Kelurahan Maluhu tak hanya menjadi ruang kerja perangkat kelurahan, tetapi juga simbol kepercayaan warga terhadap pelayanan pemerintah.
“Kami ingin kantor ini menjadi simbol pelayanan yang membanggakan. Masyarakat harus merasa nyaman saat datang ke sini,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur