Edi bersama Sekretaris DMI Kukar Suprianto sengaja tidak menginformasikan terlebih dahulu kepada pengurus dan takmir Masjid Baiturrahman Loa Tebu guna melihat langsung bagaimana aktivitas peribadatan dan sosial kemasyarakatan Kelurahan Loa Tebu di waktu dini hari menjelang waktu subuh.
Kunjungan dadakan mantan Bupati Kukar periode terdahulu ini bukan tanpa alasan, dirinya mengawali kegiatan DMI Kukar ini dengan memilih Masjid Baiturrahman lantaran masjid ini pula lah yang menjadi awal mula pelaksanaan safari subuh Pemkab Kukar semasa dirinya memimpin Kukar pada tujuh tahun silam.
Dalam sambutannya kepada para jemaah usal melaksanakan salat subuh yang diimami langsung Sekretaris DMI Kukar ini, Edi berharap dengan dilakukannya silaturahmi ini bisa memberikan pemahaman kepada Takmir masjid untuk bersama-sama memakmurkan masjid yaitu dengan membuka masjid seluas-luasnya untuk seluruh lapisan masyarakat baik muslim maupun non muslim.
“Buka masjid ini, karena melihat peluang Kelurahan Loa Tebu ini berada di jalur poros terlebih lagi nanti ketika jembatan Sebulu sudah terbangun maka saudara-saudara yang dari Kutim dan sebagainya bisa menjadi tempat persinggahan di Masjid Baiturrahman ini,” kata Edi.
Selain jadi tempat persinggahan untuk melaksanakan salat lima waktu, peran masjid diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas umat baik sosial kemasyarakatan hingga ekonomi kerakyatan. Terlebih lagi lanjut Edi, Kelurahan Loa Tebu ini mempunyai kuliner ciri khas yakni martabak kareh.
“Setiap pekannya Sabtu dan Minggu kelurahan Loa Tebu selalu ramai dengan wisatawan untuk berkunjung kuliner di martabak kareh, harapannya dengan peluang seperti ini Takmir masjid Baiturrahman kelurahan Loa Tebu bisa maksimalkan untuk pemberdayaan masyarakat ya utamanya yang masyarakat pra sejahtera samping kiri kanan depan belakang masjid 40 rumah,” harap Edi.
Diketahui rombongan DMI Kukar dipimpin langsung Edi Damansyah turut diiringi dengan komunitas sepeda motor matic. Sengaja dadakan berkunjung pada pukul 04.00 wita dini hari guna melihat apakah Masjid Baiturrahman Kelurahan Loa Tebu masih tertutup pagar atau dikunci ataukah sudah dibuka selama 24 jam seperti masjid percontohan nasional yakni Masjid Jogokariyan Yogyakarta.
“Kami di DMI itu berharap semoga masjid-masjid di Kukar nanti bisa mencontoh Masjid Jogokariyan. Seperti slogan nya DMI yaitu, memakmurkan masjid dimakmurkan masjid,” tegas Edi.
Sementara itu, Lurah Loa Tebu Rahimudin merasa bangga dan mengapresiasi jajaran pengurus DMI Kukar yang melakukan safari subuh pertama kali di Baiturrahman Loa Tebu.
“Terima kasih pak Edi dan pengurus DMI Kukar, semoga membawa kebaikan dan keberkahan untuk kita sama-sama berupaya memakmurkan masjid,” harap Rahimudin. (Adv)
Editor: Aspian Nur