Kepala Desa Sukamaju, Kuswara menegaskan ILP mulai berjalan sejak awal Juli 2025 dan kini menjadi prioritas utama. “Alhamdulillah, di Desa Sukamaju kami telah meluncurkan Program Integrasi Layanan Primer. Ini merupakan upaya kami untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan menyeluruh,” jelasnya.
Program ILP ini menggabungkan seluruh layanan kesehatan berbasis komunitas agar lebih terstruktur dan berdampak luas. Di Desa Sukamaju sendiri terdapat enam Posyandu Balita, tiga Posbindu Penyakit Tidak Menular, satu Pos Lansia, dan satu Pos Remaja. Semuanya kini dipayungi dalam satu sistem terintegrasi.
Meski begitu, Kuswara tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan. Ia menyebut ketimpangan kompetensi kader Posyandu masih menjadi pekerjaan rumah. “Banyak kader masih hanya fokus pada penimbangan balita. Padahal ada empat meja layanan lain yang juga penting. Kami ingin semua kader mampu menjalankan kelima meja dengan baik,” tegasnya.
Sebagai jawaban, para kader akan diberi pelatihan komprehensif. Materinya meliputi gizi, imunisasi, deteksi dini penyakit, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi remaja dan lansia. Harapannya, kader memiliki kemampuan lebih profesional dalam memberikan pelayanan, khususnya untuk pencegahan dan edukasi.
“Dengan ILP, kader kesehatan akan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif. Mereka bukan hanya petugas lapangan, tetapi juga ujung tombak peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kualitas layanan, ILP ditargetkan bisa menekan angka stunting, mempercepat proses rujukan medis, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Pemdes Sukamaju optimistis, sinergi bersama dinas kesehatan serta dukungan penuh dari warga menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak harus menunggu dari pusat. Bisa dimulai dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Itulah semangat kami,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin