Mulai dari bantuan kapal, mesin tempel, alat tangkap, hingga modal usaha, semuanya digelontorkan ke kelompok-kelompok nelayan di kawasan Kuala Samboja.
Langkah ini bukan hanya soal bantuan fisik, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan kemandirian para pelaku usaha di laut.
“Dampaknya sangat terasa. Nelayan kita sekarang lebih produktif dan berani mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Camat Samboja, Selasa (30/9/2025).
Pihak Kecamatan Samboja, terus melakukan pendekatan partisipatif kini menjadi kunci dalam menjalankan program. Para nelayan didorong aktif menyusun proposal kebutuhan mereka secara tertulis agar proses evaluasi bantuan berjalan objektif dan tepat sasaran.
“Ini bagian dari pembelajaran juga. Kami ingin nelayan terlibat dari awal, bukan sekadar penerima manfaat,” tambahnya.
Kemudian, hasilnya mulai terlihat komunitas nelayan di Samboja kini lebih terorganisir, memiliki sistem komunikasi yang baik dengan pemerintah, dan secara berkala mendapatkan pendampingan teknis serta pembinaan.
Mereka tak hanya diajari soal cara melaut, tapi juga diajak memahami tren pasar, teknologi perikanan, hingga strategi pengolahan hasil tangkapan.
Lebih menarik lagi, geliat ekonomi pesisir ini mulai menarik perhatian generasi muda. Anak-anak nelayan kini mulai ikut andil bukan hanya sekadar di kapal, tapi juga dalam pengolahan dan pemasaran produk laut berbasis digital.
Menurut Damsik, keberhasilan ini tak lepas dari perpaduan antara nilai-nilai lokal dan semangat modernisasi.
“Kami melihat gotong royong sebagai kekuatan utama, bersama nelayan itu bukan sekadar ritual, tapi wujud kepedulian terhadap laut sebagai sumber hidup,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin