Kepala SMP PGRI 1 Samboja, Ahmad Nata Kusuma mengungkapkan bahwa sebelumnya sekolah menghadapi tantangan besar dalam mengelola dokumen akreditasi yang masih dilakukan secara manual. “Dengan Sipintar, waktu persiapan akreditasi kami berkurang drastis dari tiga bulan menjadi hanya tiga minggu. Ini efisiensi yang luar biasa,” katanya kepada korankaltim.com, Rabu (24/9/2025).
Ditambahkan Ketua Tim Pengabdian Universitas Widya Gama Nur Agus Salim, menjelaskan bahwa Sipintar merupakan platform berbasis web yang memungkinkan sekolah mengelola seluruh dokumentasi mutu secara digital, terstruktur, dan transparan. “Sistem ini dilengkapi dashboard monitoring, repository dokumen, dan generator laporan yang memudahkan sekolah dalam memantau perkembangan mutu pendidikan," jelasnya.
Program ini tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pengembangan SDM. Sebanyak 12 tenaga pendidik dan kependidikan mendapat pelatihan literasi digital intensif selama 24 jam pembelajaran. Hasilnya, 100 persen guru kini mampu mengoperasikan sistem secara mandiri.
Salah satu anggota tim dari Sekolah Tinggi Teknik Komputer Terapan (STMIK) Widya Cipta Dharma, Muhammad Ibnu Sa'ad menekankan pentingnya keberlanjutan program. "Kami telah menyiapkan modul pelatihan dan panduan penggunaan sistem. Guru-guru yang sudah terlatih akan menjadi mentor internal bagi rekan-rekan mereka," tambahnya.
Dampak positif program ini juga dirasakan masyarakat. Orang tua siswa kini dapat mengakses informasi perkembangan mutu pendidikan secara transparan melalui Sipintar.
Keberhasilan implementasi Sipintar di SMP PGRI 1 Samboja menjadi model bagi sekolah lain. Melalui forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kecamatan Samboja, sistem ini akan direplikasi ke sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut.
Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendikbudristek ini membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan dapat dilakukan di daerah dengan pendekatan yang tepat dan partisipatif.
“Kami atas nama pemerintah Kecamatan Samboja memberikan apresiasi dan terima kasih kepada tim dari Universitas Widya Gama dan STMIK Samarinda, semoga Sipintar banyak memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Samboja,” tegas Camat Samboja Damsik. (Adv)
Editor: Aspian Nur