Menurutnya, produk kopi luwak dari desa tersebut sudah memiliki pasar hingga ke Balikpapan dan Samarinda, bahkan diminati oleh berbagai kalangan.
“Kalau yang kita andalkan UMKM itu Anumas di Desa Perangkat Baru, Kampung Kopi Luwak. Di sana andalan kita. Walaupun di tempat lain juga ada, tapi lebih maju di Perangkat Baru karena ada spesial yang bisa kita jual, yaitu kopi luwaknya itu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kopi luwak yang dikelola masyarakat ini memiliki kualitas istimewa sehingga harganya mencapai Rp4 juta per kilogram.
“Waktu saya dengar harganya, saya kaget, kopi apa ini? Tapi memang faktanya seperti itu. Sudah diracik dengan baik sehingga memiliki khasiat dan cita rasa baru yang luar biasa,” tambahnya.
Camat Marangkayu itu juga menyebutkan, pengembangan kopi luwak tersebut tidak lepas dari dukungan perusahaan-perusahaan, khususnya PHKT, yang memberikan pelatihan dan membantu pemasaran.
“Mereka dibantu, dilatih, bahkan diajak ke berbagai daerah, termasuk ke Bali, untuk mendapatkan informasi dan masukan agar produknya semakin baik,” ujarnya.
Selain itu, keberhasilan UMKM kopi luwak juga menarik perhatian pejabat dari luar daerah. “Pernah ada bupati dari Jawa berkunjung ke sana sambil bertukar informasi. Artinya, potensinya sangat luar biasa,” katanya.
Ia berharap dukungan terhadap UMKM kopi luwak terus mengalir, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, agar pengrajin kopi di Desa Perangkat Baru semakin berkembang. (Adv)
Editor: Aspian Nur