Ketua Gapoktan Yuhardiansyah mengungkapkan bahwa Gapoktan ini berdiri sejak tahun 1984, dan telah terjadi tujuh kali regenarasi kepengurusan. Dengan jumlah kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Mangkurawang adalah sebanyak 11 kelompok tani yaitu sembilan kelompok tani dewasa dan dua Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan jumlah anggota keseluruhan sebanyak 362 orang.
“Luas lahan sawah mencapai 238,25 hektar dan luas lahan kering mencapai 153,50 hektar dan lahan patensial mencapai 200 hektar. Kemudian Indeks Pertanaman (IP) dalam setahun masih IP 2 dengan produktivitas mencapai 3,5-4 ton per hektar,” ungkap Yuhardi kepada korankaltim.com, Jumat (12/9/2025).
Ia menambahkan Gapoktan Mangkurawang juga telah menjalin kerjasama dengan bulog dan jumlah serapan gabah kering panen mencapai 97 Ton dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
"Kami berharap agar penyerapan gabah oleh pihak bulog tetap berlanjut. Alhamdulillah panen raya Rabu tadi adalah bukti nyata kerja sama dan semangat kebersamaan kita semua. Hasil yang kita capai bukan semata-mata dari jerih payah petani, tetapi juga sinergi antara petani, pemerintah, penyuluh, serta seluruh pihak yang peduli pada kemajuan pertanian," ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani menjelaskan panen ini tentunya merupakan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh petani, setelah beberapa bulan berjuang mulai dari proses pengolahan lahan, penyemaian benih, penanaman, pemeliharaan termasuk proses pemupukan dan pengendalian hama penyakit dan sampai pada akhirnya bisa dipanen.
Walaupun kadangkala petani juga dihadapkan pada kondisi sulit misalnya cuaca yang tidak menentu termasuk adanya serangan hama penyakit, yang dapat mengurangi hasil panen yang diharapkan dan bahkan kadangkala sampai gagal panen (puso).
"Dengan panen padi ini semakin meyakinkan bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Timur," tegas Ahyani. (Adv)
Editor: Aspian Nur