Saat ini, pihak desa tengah membuka lahan persawahan seluas 400 hektare di Pindikawana yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan sektor pangan.
Selain di bidang pertanian, Desa Mulawarman juga mengembangkan ketahanan pangan melalui sektor peternakan.
Program ini dijalankan lahan di kawasan tersebut tetap dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Mulyono mengakui infrastruktur di desanya masih belum merata. Ia menyebut masih ada sekitar 7 kilometer jalan poros yang kondisinya rusak karena belum dilakukan semenisasi maupun pengaspalan. Hal ini kerap menyulitkan akses masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian.
“Namun, kami bersyukur karena mendapat dukungan dari pemerintah. Insya Allah, program perbaikan infrastruktur sudah kami sampaikan ke Perkim dan Dinas PU. Harapannya, tahun depan sudah bisa terealisasi,” ungkapnya, Rabu (10/9/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa infrastruktur memegang peranan penting dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain akses jalan, perbaikan sarana distribusi juga sangat dibutuhkan agar hasil pertanian warga bisa lebih cepat tersalurkan ke pasar.
Dari sisi pertanian, Mulyono menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan penuh Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara. Tak hanya itu, pada sektor peternakan, dua kelompok masyarakat tahun ini juga mendapatkan bantuan berupa ternak kambing sebagai upaya memperkuat ketersediaan pangan hewani.
“Dengan dukungan di kedua sektor tersebut, kami optimis program ketahanan pangan akan semakin kuat,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur