Sektor perekonomian mayoritas menjadi tumpuan Kecamatan Loa Kulu yaitu perikanan, yakni sebesar 70 persen dan kini telah bertransformasi menjadi pusat kawasan unggulan perikanan atau sentra minapolitan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Sektor perikanan menjadi tulang punggung utama perekonomian warga Kecamatan Loa Kulu. Sekitar 70 an persen perekonomian masyarakat bergerak di sektor perikanan, sisanya ada di bidang pertanian, hortikultura, dan pertambangan,” ungkap Camat Loa Kulu Adriansyah saat dikonfirmasi korankaltim.com, Rabu (3/9/2025).
Agar sektor perikanan ini terus mendapatkan penguatan dan berkesinambungan, Haji Oyeng sapaan akrab Camat Loa Kulu ini menjelaskan, adapun peran pemerintah kecamatan yakni dengan melakukan pembinaan kepada pelaku usaha perikanan, sebagai perpanjangan tangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemkab Kukar. Pembinaan tersebut meliputi penyaluran bibit ikan hingga pengelolaan keramba dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar.
“Selama ini masyarakat juga mendapat dukungan dari Pemkab Kukar, baik berupa bantuan bibit maupun keramba bagi para pembudidaya,” terangnya.
Haji Oyeng menegaskan, Loa Kulu tidak hanya memasok kebutuhan ikan untuk wilayah Kukar, tetapi juga ke kota-kota sekitar. Bahkan, Loa Kulu diproyeksikan menjadi salah satu pemasok utama untuk kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Oleh karena itu, pembinaan dan penguatan sektor perikanan di Loa Kulu terus dilakukan agar mampu menjawab kebutuhan yang semakin besar ke depan dan jadi menjadi penyangga pangan bagi IKN, khususnya dari perikanan,” demikian Oyeng. (Adv)
Editor: Aspian Nur