Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah. Ia menekankan bahwa tidak ada pemindahan pasar basah ke lokasi tersebut.
“Konsepnya jelas, Pasar Tangga Arung ini pasar kering. Jadi tidak ada lagi pasar tumpah atau pasar basah di sini. Pasar tumpah tetap kita kondisikan di Mangkurawang sebagai pasar tradisional, pasar basah, pasar subuh, atau pasar induk,” tegasnya, Selasa (2/9/2025).
Lebih lanjut, Sayid menjelaskan isu pemindahan pedagang basah ke Pasar Tangga Arung, tidak benar. Menurutnya, pasar Mangkurawang tetap dipertahankan dengan kearifan lokalnya sebagai pusat jual beli bahan pangan seperti sayur, ikan, dan daging.
“Pasar basah tetap di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang karena memang disana tempatnya pasar basah,” tambahnya.
Konsep pasar kering ini, kata Sayid, diharapkan mampu mengangkat citra pasar tradisional menjadi lebih tertata. Pedagang yang akan dipindahkan ke Pasar Tangga Arung pun tetap berjumlah 703 orang sesuai data awal.
“Jumlah pedagang tetap 703 tidak berubah, begitu pasar selesai, langsung menempati sesuai kios yang sudah disiapkan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pembangunan Pasar Tangga Arung diarahkan untuk menghadirkan suasana belanja yang lebih nyaman.
Dengan mengadopsi manajemen seperti pusat perbelanjaan modern, pasar ini akan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan daya tarik sektor perdagangan di Kukar.
“Manajemennya nanti kita buat profesional, seperti ketika kita masuk mal,” ungkapnya.
Dengan pembagian fungsi yang jelas antara Pasar Tangga Arung sebagai pasar kering semi modern dan Pasar Mangkurawang sebagai pasar basah tradisional, Pemkab berharap kedua pasar ini saling melengkapi kebutuhan masyarakat.
“Kita punya pasar yang nyaman dan semi modern seperti ini. Jadi kita kelola dengan baik agar masyarakat semakin nyaman berbelanja,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin