Hal ini diungkapkan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Menurutnya, keberlanjutan Program Kredit Kukar Idaman bertujuan untuk mendorong UMKM naik kelas, dari skala mikro menjadi kecil hingga ditargetkan dapat berkembang ke level menengah.
“Peningkatan plafon kredit ini semoga bisa semakin memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha tanpa khawatir bunga tinggi,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Program Kredit Kukar Idaman dinilai sebagai solusi konkret melawan praktik rentenir yang kerap menjerat masyarakat. Hingga kini, lebih dari 1.700 pelaku usaha telah memanfaatkan program ini dengan total penyaluran mencapai Rp36 miliar. Menariknya, risiko kredit macet (NPL) tetap berhasil dijaga di bawah angka 3 persen.
“Dengan eskalasi plafon pinjaman, pemerintah berharap kredit ini dapat tetap berjalan baik dengan risiko kredit macet yang rendah, seperti diketahui yang berhasil ditekan di bawah tiga persen,” tuturnya.
Selain membuka akses permodalan, Pemkab Kukar juga mulai berbenah dalam meningkatkan kualitas pelayanan keuangan modern. Para pelaku usaha kini didorong untuk dapat memanfaatkan layanan digital, seperti QRIS, mobile banking, serta berbagai fasilitas perbankan berbasis teknologi.
Menurut Aulia, langkah ini penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing. “Adanya akses ini, kami ingin UMKM lokal bisa naik kelas, dari level daerah menuju regional, nasional, bahkan bisa melakukan ekspor-impor,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin