Menurutnya, ragam penampilan seni yang ditampilkan menjadi bukti bahwa seni dan budaya di Kukar terus berkembang pesat.
Thauhid melihat pada malam puncak ia merasa takjub dengan kegiatan berjalan sangat kompleks dan berkelas. “Malam ini saya anggap sudah kompleks sekali penampilannya. Ada seni teater, ada musik, ada seni teaterikal dari luar negeri dan juga lokal. Saya anggap ini sebuah keberhasilan yang sangat sukses,” ujarnya, Rabu (27/8/2025) malam.
Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan festival ini menjadi kebanggaan bersama, tidak hanya bagi seniman tetapi juga pemerintah daerah. “Akhirnya kami dan pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa terus berjalan. Harapannya tahun 2026 nanti bisa dilaksanakan lagi dengan lebih banyak penampilan,” tambahnya.
Festival yang berlangsung sejak 22-27 Agustus itu menurut Thauhid juga mendapat respons positif dari masyarakat. Penonton tetap antusias mengikuti rangkaian acara hingga malam terakhir meski kegiatan berlangsung padat. “Alhamdulillah sampai malam ini penontonnya luar biasa banyak, tetap bertahan sampai akhir, bahkan saat pembagian hadiah,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menilai kehadiran komunitas dan kelompok seni yang semakin menggeliat adalah indikator penting bagi tumbuhnya budaya daerah. “Saya sekali lagi mengapresiasi. Ini bukti bahwa sebuah daerah akan tumbuh kalau budayanya tumbuh, seninya tumbuh, senimannya juga berkembang,” jelasnya.
Thauhid juga mengapresiasi panitia Lanjong Art Festival yang menyediakan ruang kolaborasi bagi para seniman lokal maupun mancanegara. Hal ini dinilai mampu memperkaya khazanah budaya sekaligus membuka ruang belajar bagi generasi muda.
“Semakin banyak komunitas, semakin banyak kelompok seni yang terus menggeliat, itu bukti bahwa budaya dan daerah akan terus tumbuh dan berkembang,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur