Kehadiran pabrik ini dianggap mampu memberikan nilai tambah, khususnya bagi petani kelapa sawit yang selama ini hanya bergantung pada perusahaan besar di sekitar wilayah tersebut.
Saat ini, proses pembangunan pabrik masih berada pada tahap pematangan lahan. Kepala Desa Kelekat, Cawal, menjelaskan bahwa pengerjaan penimbunan sudah rampung dan pihaknya menunggu tindak lanjut dari instansi terkait untuk melanjutkan proses pembangunan.
“Sekarang pengurukan lahan sudah selesai, tinggal menunggu tahapan berikutnya. Sampai saat ini kami masih menunggu informasi resmi dari dinas terkait,” ujarnya, Senin (18/8/2025).
Ia menambahkan, beberapa waktu lalu Bupati Kukar juga telah meninjau langsung lokasi pembangunan pabrik tersebut. Kehadiran kepala daerah menjadi dorongan semangat bagi pemerintah desa dan masyarakat agar pembangunan pabrik minyak makan merah benar-benar dapat terealisasi.
Masyarakat Desa Kelekat maupun Kecamatan Kembang Janggut pada umumnya menyambut baik rencana tersebut. Pabrik ini dinilai sejalan dengan aspirasi warga yang menginginkan adanya tempat pengolahan hasil perkebunan sawit secara langsung di daerah mereka.
“Selama ini buah sawit masyarakat hanya bisa dijual ke perusahaan besar yang ada di sekitar sini. Dengan adanya pabrik ini, harapannya ada penampung dari desa sendiri yang bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelas Cawal.
Ia berharap keberadaan pabrik minyak makan merah tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi warga, tetapi juga membuka lapangan kerja baru.
"Dengan begitu, masyarakat tidak bergantung pada perusahaan perkebunan besar, melainkan memiliki alternatif yang lebih menguntungkan dan berpihak pada petani lokal," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur