Aulia menyampaikan sebuah pernyataan menyikapi realisasi PAD Kukar yang masih berada di kisaran 6,20 persen.
"Struktur pendapatan kita itu ada tiga, yakni PAD, dana bagi hasil, dan sumber sah lainnya. Tapi memang saat ini, ketergantungan kita pada dana bagi hasil, terutama migas dan batubara, masih sangat tinggi," ungkapnya, Selasa (22/7/2025).
Ia menjelaskan, turunnya harga batubara dan berhentinya produksi sejumlah perusahaan akibat keterbatasan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya), berdampak signifikan terhadap dana yang masuk ke kas daerah. Penurunan produksi otomatis menurunkan jumlah royalti yang diterima Kukar melalui mekanisme dana bagi hasil.
Menyiasati situasi tersebut, Aulia menyebut sejumlah langkah konkret untuk meningkatkan PAD secara mandiri. Salah satunya adalah mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di Kukar untuk menggunakan kendaraan berpelat daerah. "Dari situ, dana bagi hasil kendaraan bermotor bisa naik signifikan," jelasnya.
Strategi lain yang diupayakan yaitu mendorong seluruh penggunaan bahan bakar yang DO-nya (Delivery Order) tercatat untuk Kukar, serta memperkuat sektor non-ekstraktif seperti pariwisata, UMKM, dan pertanian. Salah satu inisiatif terbaru adalah peluncuran Koperasi Merah Putih, yang diharapkan mampu memperkuat fiskal desa dan mendukung kemandirian desa.
"Kalau fiskal desa kuat, maka minimal per kapita kita juga akan kuat. Pemerintah nanti bisa lebih fokus pada penguatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)," tambahnya.
Bupati juga mengungkap dua rumus utama untuk meningkatkan PAD, yaitu menarik kunjungan dari luar ke Kukar, serta mendorong produk-produk Kukar agar dapat dipasarkan keluar daerah, bahkan hingga ekspor. Dengan adanya penerbangan langsung dari Balikpapan ke Singapura, Malaysia, dan Brunei, peluang ekspor dari Kukar semakin terbuka lebar.
"Jika desa semakin kuat, maka pendapatan per kapita ikut meningkat. Pemerintah pun bisa lebih fokus ke PDRB. Untuk meningkatkan PAD, rumusnya hanya dua datangkan orang ke Kukar dan dorong produk Kukar keluar," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur