Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan keberhasilan para kafilah Kukar merupakan buah dari proses panjang dan pembinaan serius yang telah dilakukan. Hal itu disampaikannya saat memantau langsung kegiatan training center para peserta yang akan mewakili Kukar dalam ajang bergengsi tersebut.
“Harapan kita, para kafilah bisa mengeluarkan potensi terbaik yang telah mereka latih selama proses training center. Hasil tidak akan mengkhianati proses,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Ia turut mengapresiasi kinerja LPTQ Kukar di bawah koordinasi Sekda, yang telah menyusun tahapan pembinaan secara terstruktur, mulai dari MTQ tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten. Menurutnya, jenjang pembinaan ini membuka peluang yang adil bagi semua warga Kukar untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari kafilah.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga mengingatkan agar pelaksanaan MTQ tingkat provinsi dijalankan secara objektif dan adil. Ia mengimbau LPTQ Provinsi untuk tidak memberi ruang bagi praktik-praktik seperti mendatangkan peserta dari luar daerah hanya demi mengejar kemenangan.
“Sistem di Kemenag sudah bagus. Kalau ada yang 'ngebond' dari luar, itu pasti ketahuan,” tegasnya.
Bupati Aulia menjelaskan keberhasilan Kukar di ajang MTQ bukanlah sesuatu yang instan. Ia menyebut keberadaan pondok-pondok tahfiz yang dibangun Pemkab sebagai bagian dari upaya serius menciptakan generasi Qur’ani di daerah.
“Ini adalah bagian dari komitmen kita dalam membina Al-Qur’an secara menyeluruh. MTQ menjadi wadah menunjukkan hasilnya kepada publik,” tambahnya.
Kukar sendiri mengirimkan 58 peserta untuk bertanding di seluruh cabang yang dilombakan. Aulia menyebut, banyak alumni MTQ Kukar yang telah mewakili Provinsi Kalimantan Timur di tingkat nasional, bahkan internasional. Salah satunya baru saja menerima undangan mengikuti MTQ Internasional di Malaysia, sebuah prestasi yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.
Di akhir pernyataannya, Bupati Aulia menyerukan doa dan dukungan seluruh masyarakat Kukar agar para kafilah diberikan kesehatan dan kekuatan selama mengikuti MTQ. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersungguh-sungguh menempuh jenjang MTQ, karena peluang terbuka lebar.
“Semua punya kesempatan yang sama untuk menjadi kafilah. Kuncinya adalah sungguh-sungguh mengikuti proses,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur