Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa anggaran senilai Rp400 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan pasar secara menyeluruh. Proyek ini saat ini telah memasuki tahap ketiga dan progres fisiknya mencapai sekitar 80 persen. "Progres pembangunan pasar saat ini telah mencapai 80 persen. Tahap akhir mencakup penataan lanskap, area parkir, dan jembatan penghubung antara blok A dan B. Sisa 20 persen pekerjaan ditargetkan rampung tahun ini agar pasar dapat segera difungsikan secara optimal," jelasnya, Selasa (1/7/2025) kemarin.
Selain pembangunan utama, infrastruktur pendukung di sekitar pasar juga dibenahi, termasuk perbaikan drainase untuk mencegah genangan. Di Kampung Jawa, akan dibangun saluran tambahan agar aliran air tetap lancar saat musim hujan.
Pihaknya juga merancang Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan pasar sebagai taman bermain anak-anak, agar orang tua bisa berbelanja dengan nyaman. "Dengan adanya JPO, pengunjung tak perlu lagi menyeberang di jalan raya. Ini merupakan bagian dari desain integratif untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna,” ujarnya.
Pelebaran jalan di sekitar pasar juga direncanakan secara bertahap, termasuk trotoar dan saluran air. "Berkenaan sistem lalu lintas apakah dua arah atau satu arah masih dikaji bersama Dishub dan Polres Kukar melalui analisis dampak lalu lintas (Andalalin)," bebernya.
Wiyono menekankan pengembangan pasar akan disinergikan dengan ruang publik dan potensi masuknya brand nasional. Harapannya, kawasan ini menjadi pusat ekonomi baru yang saling menopang berbagai sektor.
“Kita ingin pasar ini jadi magnet ekonomi bagi masyarakat Kukar, dengan infrastruktur yang terintegrasi dan perencanaan yang matang,” pungkasnya. (adv)