“Lencana Asta Brata Bhinneka Nara Eka yang bermakna walaupun berbeda, tetapi satu dalam pengabdian ini tentunya sebuah amanat yang harus kami pegang teguh dan jalankan untuk melayani masyarakat Kutai Kartanegara,” kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (ARB) dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu (29/6/2025).
Untuk diketahui, rangkaian acara penutupan retret yang diikuti 86 orang kepala daerah tersebut turut dimeriahkan oleh penampilan defile Drumband Gita Abdi Praja IPDN serta penampilan ‘rampak gendang’ oleh praja IPDN.
Para peserta secara serempak mengenakan seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Dalam amanat yang disampaikannya, Wamendagri Bima Arya menjelaskan bahwa pelaksanaan retret kepala daerah diyakini mampu memperkuat sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah.
Sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar memastikan bahwa pemerintah pusat dan daerah bersama-sama mempersiapkan seluruh aspek dalam menyambut Indonesia Maju.
“Retret adalah akselerasi, retret adalah sinkronisasi, retret adalah kolaborasi dan sinergi. Di retret tidak saja kebijakan dari pusat disampaikan dengan jelas, tetapi juga dievaluasi, dikritisi, dan disampai umpan balik atau feedback dari para kepala daerah,” ujarnya.
Pada Retret di kaki Gunung Manglayang ini, para kepala daerah bersama praja diingatkan, disemangati, dan dimotivasi untuk terus teguh dalam melayani dan mengabdi. Semua pihak tersebut, menurut Bima, dipersatukan oleh semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara. Ia juga mengapresiasi kedisiplinan para praja IPDN yang secara tidak langsung mendukung kelancaran retret.
Bima mengingatkan bahwa masa jabatan kepala daerah bersifat terbatas, namun semangat persaudaraan dan pengabdian harus terus dijaga sepanjang hayat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama pelaksanaan Retret di IPDN Jatinangor terdapat hal-hal yang kurang berkenan bagi para kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Lebih lanjut, ia mengaku bangga dengan antusiasme para peserta. Menurutnya, dalam Retret Kepala Daerah di IPDN kali ini, peserta terlihat lebih aktif mengikuti rangkaian acara.
“Gelombang kedua lebih dialogis, lebih aktif, lebih komunikatif dan apresiasi untuk semua peserta. Dan retret gelombang kedua jauh lebih tertib,” tegasnya. (Adv)
Editor: Erwin