Mengawali lomba mancing yang diikuti 600 an pemancing ini orang nomor satu Kukar ini didampingi sang istri melempar joran pancing yang sudah berisi umpan, selanjutnya seluruh peserta lomba mancing dan perlombaan pun dimulai.
“Kami selalu bersama dengan para sahabat para komunitas, salah satunya komunitas mancing di Kutai Kartanegara, terima kasih silahkan dinikmati kegiatan ini selalu jaga persatuan dan persaudaraan,” ucap Edi.
Sembari bergurau, Edi mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya peserta lomba mancing untuk bersikap jujur dalam menggeluti hobi mancingnya.
“Kalau ada yang boleh jukutnya (dapat ikan, red) hari ini bujur-bujur (benar-benar, red) dibawa mulang (pulang, red) untuk bini (istri, red), kalau yang ndik boleh (tidak dapat, red) jangan jua singgah ke pasar kemudian cerita sama bini boleh mancing padahal beli ke pasar, tidak boleh seperti itu karena mancing ini menguji kesabaran dan kejujuran serta sportifitas kata bung Dudit,” selorohnya.
Kemudian bagi yang masih pacaran jangan ijin keluar rumah dengan alasan mancing, tapi pada kenyataannya bukan demikian.
“Kalau ada yang pacaran biasanya bepadah (berijin, red) pegi mancing tapi megii (pergi, red) hodengannya (pacarnya, red) tidak boleh seperti itu ya. Terima kasih semoga kegiatan ini memberikan manfaat dicatat menjadi amal ibadah mendapat ridha berkah Allah Subhanahuwataala Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Edi.
Diketahui turut mendampingi Edi Damansyah unsur Forkopimda Kukar, Kepala Dispora Kukar beserta jajaran dan tamu undangan spesial yaitu maestro fishing nasional Dudit Widodo. (Adv)
Editor: Aspian Nur