“Setiap kali mengikuti HKG, kami selalu membawa produk UMKM unggulan dari desa-desa. Tapi tahun ini, kami upayakan tampil menunjukkan ciri khas,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kondisi geografis dan cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam logistik dan mobilisasi barang dari desa ke lokasi kegiatan.
Menurutnya, kegiatan seperti HKG adalah momen strategis untuk memperkenalkan potensi lokal yang dimiliki desa-desa di Muara Muntai. Tidak hanya sebagai pameran hasil kerajinan, tapi juga ruang aktualisasi masyarakat khususnya ibu-ibu PKK untuk berkreasi dan berkontribusi dalam pembangunan desa.
Lebih lanjut, Mulyadi menyampaikan bahwa meski hanya diperbolehkan membawa 31 personil panitia sesuai ketentuan dari kabupaten, partisipasi masyarakat tetap tinggi. Pendukung dan supporter dari berbagai desa bahkan turut hadir secara sukarela, menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas antarwarga.
“Kepala desa juga ikut serta, memberikan dukungan langsung. Ini menjadi kekuatan sosial kami,” katanya.
Ia meyakini, dengan dukungan ini, Muara Muntai bisa menjadi tuan rumah yang baik jika dipercaya menggelar HKG di tahun mendatang.
Ia berharap Pemkab Kutai Kartanegara dapat memperhatikan kondisi infrastruktur yang masih terbatas di kecamatannya. Mengingat banyak area di Muara Muntai yang bergantung pada jembatan dan kawasan perairan, cuaca sangat mempengaruhi jalannya kegiatan.
"Harapan kami jangan sampai hujan deras karena akan banjir nantinya di pemukiman, dan tentunya kami berharap kegiatan ini nantinya bisa sumses dan lancar selama terlaksana," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur