Pertemuan orang nomor satu di Kukar dan Lombok Timur ini bertujuan menandatangani kesepakatan strategis antar daerah, dengan fokus pada sektor peternakan, pertanian, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami tidak ingin terus bergantung pada industri ekstraktif. Migas akan habis. Saatnya kami membangun masa depan melalui sektor riil seperti pertanian dan peternakan,” ucap Edi.
Dalam perjanjian tersebut, Kukar meminta kuota rutin pengadaan sapi potong dan bibit dari Lombok Timur. Adapun sebagai kompensasi, Kukar siap mendukung penguatan jejaring dan promosi peternakan Lombok Timur ke skala nasional. Tak hanya soal hewan ternak, kerja sama ini juga akan menyentuh pelatihan peternak, pertukaran teknologi, hingga riset pengembangan pakan lokal.
Edi Damansyah mengaku tertarik dengan pola pembinaan kelompok ternak di Lombok Timur yang sudah berjalan mapan. Menurutnya, SDM adalah kunci sukses yang ingin diterapkan di Kukar.
“Lombok Timur tidak hanya punya sapi, tapi juga cara berpikir peternak yang maju. Itu yang kami butuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin merespons positif permintaan tersebut. Ia menyebut populasi sapi di wilayahnya mencapai lebih dari 150 ribu ekor, dengan kualitas yang telah terbukti.
Ia menambahkan, Lombok Timur sudah diakui sebagai kabupaten penyangga pangan nasional dan menjadi penghasil tembakau Virginia terbaik kedua di dunia.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi contoh sinergi antar-daerah yang saling menguatkan. Dari tambang ke ternak, dari Kalimantan ke Lombok, pembangunan tak harus seragam, tapi bisa saling topang,” ucap Haerul. (Adv)
Editor: Aspian Nur