Kepala Desa Loa Raya Martin mengatakan, kegiatan lari trail ini bukan hanya dinantikan oleh para atlet lari namun juga sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Loa Raya.
“Masyarakat sangat menerima kegiatan ini, mudah-mudahan di tahun yang akan datang bisa dilaksanakan lagi di Loa Raya. Kami pemerintah desa siap mensupport kegiatan ini terutama dari beberapa hari semangat UMKM di Loa Raya untuk menyajikan kuliner khas Desa Loa Raya sangat antusias. Semoga di tahun akan datang ada lagi kegiatan ini,” kata Martin pagi tadi.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Lari Trail (ALTI) Kukar, Firnadi Ikhsan menjelaskan, untuk event kali ini pihaknya berkolaborasi dengan klub binaan ALTI Kukar yakni Pelandok Trail.
Event ini merupakan ajang promosi pariwisata dan cabang olahraga baru bahwa bukan hanya sepeda motor trail saja yang ada namun juga untuk lari juga ada lari trail atau lari dengan jalur trek melintasi alam.
“Nama event nya Pelandok Mixed Trail, kita sudah hadir sejak 2022 dengan nama Kukar Trail Run Series, tahun 2022, 2023 untuk 2024 absen karena pelaksanaan pemilu dan 2025 hadir lagi. Alhamdulillah pesertanya 245 orang dari seluruh kabupaten kota se-Kaltim yang mengirimkan atlet nya dan kegiatan ini dilaksanakan di Loa Raya. Untuk kali kedua di sini dan di sini sudah punya trek resmi yang biasa dipakai untuk jalur lari di alam,” sebut Firnadi.
Diharapkan dengan suksesnya kegiatan ini tentu masyarakat semakin mengenal kegiatan lari trail ini dan banyak anak muda kita ikut sekalian menikmati alam yang masih asri dan turut serta menggalakkan pariwisata.
“Sekaligus hari ini event nya luar biasa untuk menandai ALTI sudah masuk kategori olahraga prestasi dengan diterimanya ALTI sebagai anggota KONI, dengan demikian maka kita pada PON tahun depan ikut di kejuaraan bukan lagi sekedar olahraga rekreasi dan tantangan,” terang Firnadi yang merupakan legislator DPRD Kaltim Asal Kukar ini.
Event yang dilaksanakan tentu bagian dari menjaring bibit atlet lari trail, khusus untuk Kejurda di provinsi maupun PON ke depan akan diadakan seleksi nasional.
Pada event Pelandok Mixed Trail kali ini ada dua kategori yakni umum dan pelajar dan jarak tempuhnya yaitu 6 kilo meter. Jika dua kegiatan sebelumnya yakni 2022 dan 2023 dilakukan dengan APBD, maka pada pelaksanaan ketiga kali ini dilaksanakan tanpa APBD.
“Terus terang ini kita coba mandiri dan kami dari Rumah Aspirasi, juga Bankaltimtara serta para donatur pihak lainnya ada mensupport, kemudian Pemdes Loa Raya menyediakan tempat dan sebagainya ada juga dari Grand Elty, Grand Fatma Hotel, hari ini menjadi tempat yang besar hari berkumpulnya banyak orang yang saat ini stay di Tenggarong. Jadi ini memang kita harapkan multiplier effect nya untuk pariwisata, tentu kami ucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak,” tutupnya.
Untuk diketahui pada gelaran Pelandok Mixed Trail ini para peserta lomba dilepas secara resmi pada garis start oleh Plt Ketua ALTI Kaltim yang juga merupakan Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim Junaidi didampingi Sekretaris Dispora Kukar Syafliansyah beserta tamu undangan lainnya. (Adv)
Editor: Erwin