Menyampaikan amanat Bupati Kukar Edi Damansyah sesaat sebelum pelaksanaan salat ied berjamaah, Sekda mengatakan Idul Adha memiliki makna yang dalam dua dimensi sekaligus yaitu keagamaan dan sosial. Habluminallah dan Habluminannas dengan nilai yang multiefek, yakni efek nilai sakralitas ibadah dapat diraih dan efek nilai solidaritas sosial berbagi sesama dapat ditunaikan.
“Memaknai kesucian ibadah Qurban pada Idul Adha 1446 Hijriah yakni mengingat akan semangat berbagi dan solidaritas. Ibadah Qurban adalah simbol ketaatan kepada Allah Subhanahuwataala yang berintikan iman dan takwa, serta wujud kepedulian sosial untuk membantu sesama,” kata Sunggono.
Semangat ini lanjut Sunggono sangat relevan dengan upaya bersama untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengakselerasi pembangunan yang berkelanjutan di Kutai Kartanegara.
Pengorbanan bukan hanya berbentuk materi, tetapi juga pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kemaslahatan bersama. Ketaatan ini akan menempa mentalitas spiritual kita, menjadikan kita pribadi yang tangguh, dan melatih kepekaan batin untuk senantiasa merasakan kehadiran-Nya dalam setiap langkah pembangunan daerah.
“Pemkab Kukar berharap agar 23 Program Dedikasi Kukar Idaman (Inovatif, Daya Saing dan Mandiri) dan berbagai capaian pembangunan yang telah terwujud selama masa pengabdian Edi-Rendi dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat,” tegasnya.
Untuk diketahui, pada kesempatan salat ied di Masjid Jami yang merupakan saksi sejarah perjalanan Kota Tenggarong dari masa ke masa kepemimpinan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini, Sekda Kukar turut menyerahkan satu ekor sapi qurban dari Pemkab Kukar untuk Masjid Jami. (Adv)
Editor: Aspian Nur