Pada momen perayaan yang juga biasa disebut dengan Hari Raya Qurban ini Edi mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk terus meningkatkan semangat berbagi dan solidaritas.
“Memaknai kesucian ibadah Qurban pada Idul Adha 1446 Hijriah ini kita diingatkan akan semangat berbagi dan solidaritas, dimana ibadah Qurban merupakan simbol ketaatan kepada Allah Subhanahuwataala yang berintikan iman dan takwa, serta wujud kepedulian sosial untuk membantu sesama, tentu semangat ini sangat relevan dengan upaya kita untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengakselerasi pembangunan yang berkelanjutan di daerah kita,” kata Edi.
Edi melanjutkan pengorbanan yang dimaksud bukan hanya berbentuk materi, tetapi juga pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kemaslahatan bersama. Ketaatan ini akan menempa mentalitas spiritual kita, menjadikan kita pribadi yang tangguh, dan melatih kepekaan batin untuk senantiasa merasakan kehadiran yang Maha Kuasa dalam setiap langkah pembangunan daerah.
“Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia saat ini tengah melaksanakan puncak ibadah haji di Tanah Suci. Kekuatan ibadah haji menyatukan jutaan manusia dari berbagai latar belakang ras, etnis, suku, bangsa, serta bahasa dalam satu perintah suci. Bagi kita umat Islam yang berada di Tanah Air, kesatuan dan persatuan umat Islam dalam ibadah haji ini hendaknya menjadi inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pesan persaudaraan ini harus kita gaungkan dan implementasikan di momentum Idul Adha 1446 Hijriah,” tegasnya.
Beribadah haji adalah momentum puncak seorang hamba memberi totalitas ketaatannya dalam beribadah kepada Allah dengan kesediaan mengorbankan harta dan waktunya. Tidak sedikit dana dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ibadah haji, bahkan untuk memperoleh kesempatan berhaji seseorang harus menunggu berpuluh tahun lamanya agar termasuk dalam kuota haji. Selain itu berqurban memiliki makna pengorbanan yang sangat mendalam, bahkan melampaui keterikatan fisik dan mengabaikan keinginan material, harta benda, dan lain-lain, semata-mata untuk memberikan pengabdian yang lebih tinggi dan lebih besar kepada Allah SWT.
“Dengan demikian, Idul Adha memiliki makna yang dalam pada dua dimensi sekaligus yaitu keagamaan dan sosial dengan nilai yang multiefek, yakni efek nilai sakralitas ibadah dapat diraih dan efek nilai solidaritas sosial berbagi sesama dapat ditunaikan. Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah melalui Idul Adha mari etam raih ketulusan dan tingkatkan kepedulian dalam mencapai ketaatan kepada Allah Subhanahuwataala. Semoga Allah mempertemukan kembali kita semua dengan Hari Raya Idul Adha di tahun yang akan datang. Amin, Yaa Robbal Allamiin,” ucapnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur