Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat menyebut jaringan internet di wilayahnya belum sepenuhnya memadai, terutama di desa-desa yang berada di kawasan hulu.
Menurutnya, tingginya jumlah pengguna internet tidak diimbangi dengan kapasitas jaringan yang memadai. “Jaringan kami di sana belum semua memadai, mungkin jumlah pengguna internet meningkat, tapi kapasitas teknisnya belum memenuhi. Ketika ingin menggunakan internet, koneksi terasa lambat, bahkan kadang sinyal bisa hilang,” ungkapnya, Kamis (5/6/2025).
Desa-desa yang hingga kini masih mengalami lemahnya sinyal antara lain Umaq Tukung, Umaq Dian, Muara Pedohon, Long Balak dan Sidomulyo. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi upaya hilirisasi informasi dan pembangunan yang berbasis digital.
Camat Tabang menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Kukar untuk mencari solusi. Salah satu langkah yang telah diambil adalah penggunaan layanan internet satelit Starlink. Beberapa pemerintah desa bahkan sudah mengadakan perangkat Starlink secara mandiri. Namun, Starlink juga memiliki keterbatasan karena hanya mampu menjangkau area sekitar titik pemasangan dan belum merata ke seluruh permukiman.
“Kami sudah menyuarakan persoalan ini sejak tahun 2020. Alhamdulillah, saat ini wilayah zona hulu Tabang sudah mulai bisa mengakses internet berkat pembangunan tower. Dan kabarnya, akan ada pembangunan tower tambahan di wilayah hulu lainnya,” terang Rakhmadani.
Kendati demikian, Rakhmadani menekankan pentingnya komitmen berkelanjutan dari pemerintah daerah dan semua pihak terkait untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital. Ia berharap, dengan bertambahnya infrastruktur jaringan, masyarakat di wilayah pelosok Tabang bisa menikmati layanan internet yang stabil dan layak, demi mendukung pendidikan, layanan publik, dan ekonomi lokal.
"Mudah-mudahan tahun ini kebutuhan dan pemenuhan akses internet di Kecamatan Tabang bisa masuk dalam skala prioritas, sehingga jaringannya dapat merata," tandasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur