Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Gazali Rahman mengatakan terdapat lima lokasi pemeriksaan tersebar di Bukit Biru, Tambak Rel, sekitar Rumah Potong Hewan (RPH) Mangkurawang, Jalan Ahmad Dahlan Tenggarong Seberang serta sejumlah titik strategis lainnya.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya adalah memastikan hewan kurban bebas dari penyakit dan aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya, Selasa (3/6/2025).
Tahun ini, ketersediaan hewan kurban di Kukar menunjukkan peningkatan signifikan. Data terakhir mencatat sebanyak 4.220 ekor sapi, 963 kambing, dan 20 ekor kerbau siap untuk kurban.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 4.000 ekor sapi.
“Tahun 2024 hanya 4.000 saja tapi tahun ini meningkat sebanyak 4.220 ekor, kami melihat banyak masyarakat yang tahun ini berkurban, terutama dari kelompok hak waris,” jelasnya, Selasa (3/6).
Lanjut dia, efisiensi ini tidak menjadi hambatan bagi masyarakat, terutama para ahli waris, untuk tetap berkurban. Terlebih jika melihat grafik permintaan pasar yang justru menunjukkan peningkatan signifikan.
Pihaknya juga melakukan antisipatif ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat akan penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).
Menurut Gazali, seluruh hewan yang lolos pemeriksaan akan diberi tanda berupa penang berwarna putih dengan tulisan ‘Sehat’. Penang ini menandakan hewan tersebut telah diperiksa baik secara visual (eksternal dan internal) dan dinyatakan bebas gejala klinis penyakit.
“Kalau ditemukan gejala penyakit, hewan tersebut tidak kami beri penang. Bila kondisi sakitnya parah, kami lakukan pengobatan dan tentunya tidak diperkenankan untuk di sembelih,” ucapnya.
Proses pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan menyeluruh: mulai dari memeriksa kondisi fisik hewan, suhu tubuh, nafsu makan, hingga luka di bagian kulit atau mulut.
Dengan pengawasan ketat dan sistematis seperti ini, Distanak Kukar berharap momentum kurban dapat berjalan khidmat sekaligus sehat. Langkah preventif ini pun menjadi wujud komitmen Pemkab Kukar dalam menjaga kesehatan masyarakat serta mendukung tata niaga hewan kurban yang bertanggung jawab.
Distanak Kukar juga mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban dari wilayah Kukar sendiri, dan tak perlu khawatir mengenai kesehatan hewan.
“Kami pastikan stok tersedia dan aman. Tidak perlu khawatir. Teman-teman di setiap kecamatan juga melakukan kegiatan serupa, jadi kualitas hewan kurban bisa kami jamin,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin