Ia menyampaikan bahwa para wisudawan dan wisudawati kini memikul tanggung jawab yang lebih luas. Gelar yang disandang bukan hanya menjadi simbol akademik, tetapi harus dibuktikan melalui karya dan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial. “Semua ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah harus memberikan manfaat langsung bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” jelasnya, Sabtu (31/5/2025).
Lanjut dia, karakter kehidupan kampus seperti kebebasan berpikir, kreativitas, inovasi, dan argumentasi tidak boleh hilang pascawisuda. Justru nilai-nilai itu harus terus dihidupkan dan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan data bahwa Unikarta, yang telah berdiri selama lebih dari 41 tahun, telah melahirkan 10.618 sarjana S1 dan S2. Jumlah itu dinilai sebagai aset sumber daya manusia yang sangat besar bagi pembangunan Kukar. “Lebih dari 10 ribu alumni ini adalah modal sosial yang luar biasa. Bila diberdayakan maksimal sesuai bidangnya, maka pembangunan Kukar akan makin cepat dan inklusif,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, lanjut Ahyani, menyadari pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencapai tujuan pembangunan. Unikarta disebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. “Kami tidak bisa sendiri. Kami butuh kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti Unikarta untuk membangun Kukar yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” ujarnya.
Pemerintah daerah, berupaya mendukung pengembangan Unikarta sebagai institusi pendidikan unggulan di Kalimantan Timur. “Bagi kami, Unikarta bukan hanya aset SDM tapi juga harapan masa depan Kukar,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur