Salah satu langkah strategis yang kini tengah digalakkan adalah pendampingan intensif bersama BPKP Provinsi Kalimantan Timur terhadap pengisian kertas kerja SPIP oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kukar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kukar, Ahyani Fadianur Diani menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama erat antara Pemkab Kukar dan BPKP Provinsi Kaltim.
“Ada sekitar 21 kertas kerja yang harus diisi oleh masing-masing OPD. Proses ini cukup kompleks dan memerlukan pemahaman serta ketelitian tinggi, karena berkaitan langsung dengan pengukuran efektivitas pengendalian internal,” terangnya, Jumat (30/5/2025).
Dalam pelaksanaan pendampingan, peserta dibagi dalam tiga kelompok besar yang akan menjalani kegiatan dari Kamis hingga Sabtu. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya peserta yang terlibat, yakni sebanyak sekitar 56 OPD, termasuk kecamatan dan kelurahan. Hari pertama dikhususkan untuk OPD yang berada di bawah koordinasi Asisten I.
Ahyani menekankan bahwa target Pemkab Kukar tahun ini cukup ambisius namun realistis. “Tahun lalu nilai SPIP kita belum mencapai angka tiga. Sekarang, kita menargetkan minimal nilai tiga secara menyeluruh dari semua OPD. Karena penilaian ini sifatnya lintas-OPD, maka tidak bisa dilakukan secara parsial,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa peningkatan nilai SPIP tidak hanya sebatas pencapaian angka, tetapi juga mencerminkan kesiapan setiap OPD dalam menerapkan manajemen risiko yang efektif.
“Kalau sistemnya bagus, kita bisa identifikasi potensi risiko sejak awal, baik itu dalam perencanaan anggaran, pelaksanaan keuangan, hingga program kerja,” ujarnya.
Guna memastikan kelancaran pengisian form, satu OPD diwajibkan mengirim minimal tiga hingga lima orang perwakilan. Tujuannya, agar proses pengisian bisa dilakukan secara tim dan tidak membebani satu individu saja. “Dengan begitu, ketika mereka kembali ke OPD, pembagian tugas bisa dilakukan secara proporsional,” tambahnya.
Ahyani juga menggarisbawahi peran para peserta sebagai asesor internal, yang nantinya akan bertanggung jawab atas kelengkapan dan akurasi data SPIP di OPD masing-masing. Ia berharap, dengan pendampingan ini, pemahaman peserta bisa lebih matang dan hasil akhirnya dapat meningkatkan level kematangan SPIP Kukar.
“Harapan kami, proses ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar bisa memperkuat sistem dan budaya pengendalian internal di setiap OPD. Jika semua pihak bersinergi, bukan tidak mungkin Kukar bisa menjadi salah satu daerah dengan pengelolaan SPIP terbaik di Kaltim,” pungkasnya. (ADV)
Editor: Erwin