Sekda Kukar, Sunggono mengatakan dalam pantauan yang dilakukan pasca hujan deras pada dini hari kemarin, ia bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) memetakan titik-titik genangan sekaligus mencari penyebab utamanya.
Menurutnya, curah hujan ekstrem yang turun sejak pukul 04.00 WITA menjadi pemicu awal genangan, diperparah oleh pasangnya air sungai yang menyebabkan sejumlah gorong-gorong tak mampu menampung debit air. Kombinasi dua faktor ini memicu banjir di berbagai titik hingga masuk ke rumah warga.
“Saya menyaksikan sendiri derasnya hujan saat berada di masjid. Debit air sangat besar begitupun volume di sungai mahakam juga meluas,” jelasnya, Rabu (28/5/2025).
Beberapa kawasan terdampak cukup serius, seperti Jalan Naga, yang disebut warga belum pernah mengalami banjir separah itu dalam dua dekade terakhir. Selain itu, kawasan Jalan Belida, Gang Famili, Jalan Patin, Jalan Mangkurawang, dan Maluhu juga dilaporkan tergenang, bahkan beberapa disertai longsoran tanah.
Namun, di tengah situasi ini, sejumlah titik menunjukkan perbaikan sistem drainase. “Di Tambak Rel, genangan bisa surut dengan cepat, ini jadi sinyal positif atas kerja-kerja infrastruktur yang sudah dilakukan,” ungkapnya.
Salah satu insiden yang sempat viral terjadi di area RSUD AM Parikesit, di mana longsoran dari perumahan tetangga menyumbat parit hingga air menjebol pagar rumah sakit. Berkat kesigapan rumah sakit dan bantuan alat berat, saluran berhasil dibuka kembali dan genangan surut.
Tak hanya itu, respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Dinas Sosial, dan warga yang bergotong royong turut meredam dampak lebih lanjut dari bencana ini. Dapur umum didirikan di beberapa lokasi, membantu warga terdampak memenuhi kebutuhan darurat.
Sunggono mengapresiasi sinergi semua pihak, dan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan tinggi sepekan ke depan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan menyimpan dokumen penting di tempat aman.
“Kita butuh kolaborasi agar dampak bisa diminimalisir, terutama di wilayah langganan banjir, tentunya imbauan tetap sama harus berjaga dan siaga,” tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur