Antisipasi Kemarau, Distanak Kukar Percepat Masa Tanam
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Erlita Budiarti
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) menggenjot masa tanam menjelang musim kemarau.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menyatakan bahwa Mei dan Juni merupakan puncak masa tanam, terutama untuk komoditas strategis seperti padi dan jagung.
Upaya percepatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap prediksi BMKG yang menyebutkan musim kemarau akan mulai berlangsung pada Juli.
“Saat ini kami mendorong petani untuk percepat tanam pada Mei hingga Juni ini. Harapan kita, sebelum kemarau benar-benar datang, semua lahan bisa optimal dimanfaatkan,” jelasnya, Senin (26/5/2025).
Menurutnya, percepatan ini juga didukung dengan pemantauan intensif dari Kementerian Pertanian, yang setiap hari memantau perkembangan luas tanam di seluruh daerah.
Hasilnya cukup menggembirakan. Kalimantan Timur, termasuk Kukar, saat ini telah masuk dalam zona hijau berdasarkan capaian luas tanam mencapai 85 persen.
“Zona hijau artinya target luas tanam kita sudah tercapai di atas 85 persen, ini pencapaian yang patut kita syukuri di tengah tantangan cuaca dan keterbatasan anggaran,” tuturnya.
Meski menghadapi efisiensi anggaran operasional, Distanak tetap berkomitmen menjaga kinerja. Dari total pagu anggaran sebesar Rp246 miliar tahun 2025, sekitar Rp80 miliar digunakan untuk belanja pegawai, sementara lebih dari Rp100 miliar dialokasikan untuk bantuan langsung kepada masyarakat.
“Pembinaan, pendampingan, dan penyaluran di lapangan. Tidak ada perubahan signifikan terhadap target, tetap kita salurkan sekitar Rp100 miliar untuk bantuan langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Taufik juga menegaskan bahwa program pertanian tetap mengacu pada RPJMD Kukar Idaman. Sejumlah indikator telah berhasil dicapai, seperti pembangunan jalan usaha tani, namun ada pula yang masih dalam proses, seperti pembangunan embung. Ia menyatakan, pihaknya terus berupaya menuntaskan sisa target tersebut.
Salah satu program strategis yang kini digencarkan adalah pembentukan dan penumbuhan petani milenial. Langkah ini dinilai penting mengingat tren penurunan jumlah petani, khususnya di sektor tanaman pangan.
“Ini yang sedang kita targetkan mendorong anak muda untuk terlibat dalam pertanian. Ini penting untuk keberlanjutan ketahanan pangan di Kukar,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin










