“Pemkab mendorong agar hasil dari program Desa Cantik ini tidak hanya berhenti di Desa Batuah, tetapi di replikasi ke desa-desa lainnya secara bertahap, dengan menyesuaikan karakteristik dan kesiapan wilayah masing-masing,” kata Edi.
Orang nomor satu Kukar ini menyatakan Pemkab Kukar ingin membangun ekosistem data yang sehat, terbuka dan partisipatif. Pemkab ingin desa-desa di Kukar tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi mampu menjadi subjek pembangunan berbasis data.
Selain itu, ia juga ingin mengajak perangkat desa, tokoh masyarakat, dan elemen warga untuk bersama-sama mendukung upaya ini, mulai dari tahapan identifikasi data, pendataan warga, hingga pemanfaatan hasil statistik dalam forum-forum musyawarah desa dan pengambilan keputusan lainnya.
“Komitmen Pemkab Kukar terhadap penguatan data desa sangat tinggi. Dalam berbagai dokumen perencanaan daerah, Pemkab mendorong integrasi sistem data yang terpusat, saling terhubung antar OPD, dan bersinergi dengan sistem informasi desa,” terangnya.
Program Desa Cantik adalah langkah awal yang sangat penting dalam upaya modernisasi tata kelola pemerintahan desa. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas perencanaan, akuntabilitas penggunaan dana desa, dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan semangat kolaborasi dan niat yang tulus untuk membangun desa dari fondasi data yang kuat, saya yakin program ini akan memberikan manfaat besar, tidak hanya Desa Batuah, tetapi juga bagi masa depan tata kelola pemerintahan desa di seluruh wilayah Kabupaten Kukar,” tegas Edi. (Adv)
Editor: Erwin