Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Taufik menyatakan keberangkatan jamaah Kukar terbagi dalam dua gelombang.
Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 8 Mei, sedangkan gelombang kedua akan bergerak pada 23 Juni.
“Kita atur sedemikian rupa agar semua bisa berangkat, kalau belum lunas atau ada kendala kesehatan, diarahkan ke gelombang kedua, jangan sampai ada yang tertinggal,” jelasnya.
Sebelumnya para jamaah haji ini telah melakukan vaksinasi, dan ini bersifat wajib untuk bagi para peserta mengikuti perjalanan ke tanah suci, tak hanya itu sebelumnya mereka dibekali plilmu berupa proses pelaksanaan haji. "Sudah di vaksinasi semua jamaah ini, nantinya keberangkatan biasanya kami mulai di Masjid Agung Sultan Sulaiman," tuturnya.
Kebijakan fleksibel bagi jamaah yang menghadapi kendala menjadi bukti Pemda juga berperan dalam mendampingi warganya hingga tuntas. Tak sekadar mengatur, mereka hadir sebagai solusi.
Persiapan teknis pun ditangani secara serius. Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Satpol PP telah merampungkan semua hal yang diperlukan menjelang pelepasan.
“Alhamdulillah, semua sudah siap, tidak ada yang setengah-setengah, kita akan laksanakan dengan tertib dan terorganisir,” ungkapnya.
Pihaknya menegaskan kekuatan fisik dan ketangguhan mental harus dipersiapkan oleh jamaah sendiri. “Ibadah haji berdasarkan stamina, Ini juga bukan wisata, tepi ibadah. Pemerintah berharap para jamaah juga mempersiapkan diri, tidak hanya koper dan dokumen, tapi juga tubuh dan kesabaran,” tegasnya.
Di tengah ribuan orang dari berbagai negara yang berkumpul di Tanah Suci, ketahanan mental menjadi kunci. “Kesabaran adalah ibadah juga. Siapkan mental, kuatkan niat. Jangan sampai kita sendiri lengah dalam hal yang seharusnya bisa disiapkan sejak sekarang,” tuturnya.
Pihaknya juga menekankan berkenaan dengan kuota haji ini bukan mereka yang mengatur melainkan kebijakan langsung oleh Kemenag pusat, dengan total 524 jamaah haji telah siap diberangkatkan.
"Mudah-mudahan, dengan keberangkatan haji ini para jamaah dapat fokus beribadah dan kembali dalam keadaan sehat," tutupnya. (adv)