Kunjungan tim penilai disambut antusias Lurah Baru, Bayu Ramanda beserta jajaran di Kantor Kelurahan Baru.
Kegiatan diawali silaturahmi dan pemaparan dari tim penilai serta presentasi dari Lurah Baru dengan dilanjutkan dengan pandangan umum terkait gotong royong oleh Ketua Forum RT, Ketua Lembaga Adat dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Baru beserta stakeholder terkait.
Kepada Korankaltim.com, Bayu Ramanda mengucapkan bersyukur kelurahannya mendapat kunjungan dari tim penilai dari kabupaten dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kukar.
“Sebenarnya kegiatan gotong royong ini adalah rutinitas sudah dijadwalkan pada waktu yang ditetapkan. Kami memang setiap kegiatan ini kan selalu menetapkan lokasi-lokasi yang harus ditindak lanjuti tentunya kegiatan yang ada ini menjadi harapan pemerintah daerah selaras dengan wewenang kerja Dinas PMD supaya bisa menjadi sebuah kebudayaan kebiasaan baik,” kata Bayu.
Untuk membudayakan kegiatan gotong royong yang selama ini telah berjalan baik di Kelurahan Baru, Bayu menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pegawai kelurahan harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
Strategi ini dinilai sangat tepat, karena masyarakat Kelurahan Baru kini telah terbiasa menerapkan gotong royong di berbagai aspek kehidupan, tidak hanya dalam hal kebersihan, tetapi juga di bidang sosial, keagamaan, ekonomi, dan lainnya.
Tentunya, lanjut Bayu dirinya sebagai pimpinan wilayah Kelurahan Baru menekankan bagaimana jajaran pegawai kelurahan ini menjadi motor penggerak utama memberi contoh dengan membawa beberapa leading sektor seperti lembaga kemasyarakatan yang ada sehingga memberikan stimulus kepada masyarakat untuk bisa melaksanakan kegiatan gotong royong.
“Karena esensi gotong royong itu sebenarnya luas bukan cuma melulu tentang kebersihan saja, indikator gotong royong ini pertama partisipasi masyarakat kedua hasil ketiga dampak setelah itu dilaksanakan. Dengan gotong royong semua tertolong,” demikian Bayu. (Adv)
Editor: Erwin