Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Thaufiq Zulfian Noor menjelaskan bahwa cenil, jajanan tradisional berbahan dasar tepung kanji dengan taburan kelapa parut dan gula merah cair telah menjadi ikon festival sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018.
Pada tahun ini, sebanyak 70 loyang cenil hasil kreasi warga desa disajikan untuk dinikmati bersama oleh masyarakat dan tamu undangan.
Ketua TP PKK Kukar, Maslianawati Edi Damansyah, turut mencicipi hidangan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan kuliner lokal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atas berbagai program pembangunan yang telah menyentuh desanya, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi menyukseskan acara.
Festival ini dinilai memiliki nilai strategis sebagai ajang promosi budaya dan kuliner lokal, sekaligus sarana pengembangan ekonomi kreatif melalui produk unggulan desa.
“Festival cenil, ini sebagai pelestarian simbol keberagaman warna menjadi kolaborasi masyarakat. Melalui perbedaan warna dan bentuknya, makanan cenil menggambarkan harmonisasi dalam keberagaman,” jelas Thaufiq, Rabu (30/4/2025).
Festival Cenil Desa Kota Bangun III menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukan hanya bisa menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan mempererat ikatan sosial antarwarga. Semangat seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara.
“Lebih dari itu, Festival Cenil ini merepresentasikan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta semangat masyarakat Desa Kota Bangun III dalam membangun desa. Nilai-nilai luhur ini patut kita jaga dan terus kita kembangkan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin