Pantauan terbaru menunjukkan debit air meningkat di sejumlah titik di Tenggarong, termasuk Jalan Wolter Monginsidi khususnya daerah Timbau, yang mulai digenangi air hingga merambah permukiman warga, BPBD Kukar telah menurunkan imbauan siaga melalui surat pemberitahuan siaga banjir kepada 20 Kecamatan se-Kukar.
Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugraha Aji melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi menyatakan seluruh wilayah, baik di hulu maupun kota, harus meningkatkan kesiap siagaan. Beberapa imbauan hingga langkah-langkah konkret untuk mengantisipasi situasi yang dapat berkembang menjadi darurat.
“Saat ini curah hujan di wilayah hulu masih tergolong cukup tinggi. Sungai Belayan sudah mengalami kenaikan permukaan air yang terdampak ke daerah hilir, termasuk Tenggarong. Kami harus siaga penuh, seluruh aparat, relawan, dan masyarakat untuk siaga,” ujarnya, Senin (28/4/2025).
Saat ini, pihaknya telah menurunkan anggota ke daerah hulu langkah antisipasi itu menyiagakan seluruh aparatur pemerintah kecamatan, bekerja sama dengan TNI, Polri, dan relawan lokal dalam kesiapsiagaan banjir, mendirikan posko kecamatan sebagai pusat komando dan layanan informasi banjir di setiap wilayah terdampak, meningkatkan koordinasi dan pelaporan situasi lapangan secara faktual untuk mempercepat respons, menyiapkan sarana prasarana dan tempat pengungsian yang layak apabila evakuasi massal diperlukan.
Di Jalan Wolter Monginsidi, kawasan Timbau, air telah menggenangi ruas jalan hingga memasuki sejumlah rumah. Warga pun mulai melakukan langkah darurat, seperti meninggikan barang-barang dan menyiapkan jalur evakuasi mandiri.
“Biasanya banjir ini hanya sebentar, tapi melihat hujan yang terus-menerus di hulu, khawatirnya air akan makin naik terpantau sudah mulai naik di permukaan sungai mahakam,” tuturnya.
Edy juga mengingatkan bahwa mitigasi bencana bukan hanya persoalan air, tetapi juga menjaga keselamatan jiwa dan kesehatan lingkungan.
BPBD Kukar menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di garis depan, namun tanpa kolaborasi masyarakat, upaya mitigasi tidak akan maksimal.
“Siaga bukan berarti panik ya, siaga ini artinya bersiap dengan informasi, siap dengan rencana evakuasi, dan siap saling membantu,” tutupnya. (adv)
Editor: Erwin