Kopi ini bukan sekadar hasil bumi, tapi menjadi simbol kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan.
Camat Muara Kaman, Berliang menyampaikan Kopi Kohiman saat ini menjadi satu-satunya kopi lokal yang cukup dikenal luas. Kualitasnya tidak hanya terletak pada cita rasa, tetapi juga pada proses penanaman dan pengolahan yang melibatkan langsung masyarakat sekitar.
“Baru-baru ini anak-anak SMK dan SMA, khususnya dari SP1, melakukan kunjungan belajar. Mereka melihat langsung proses pengelolaan kopi mulai dari panen, pengeringan, hingga penggorengan. Terdapat nilai edukasi yang sangat kuat di dalamnya,” jelasnya, Sabtu (26/4/2025).
Proses edukatif ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar yang memberikan bantuan alat-alat pengolahan kopi yang meliputi proses pasca panen hingga tahap penggilingan. Ini membuat pengelolaan kopi menjadi lebih modern dan terstandarisasi, sekaligus memperluas wawasan generasi muda terhadap potensi agribisnis lokal.
Tak hanya kopi, Muara Kaman juga memiliki ragam UMKM potensial lainnya. Kuliner lokal seperti roti balok dan serawong dari Desa Sabintulung menjadi kekayaan gastronomi yang mencerminkan identitas budaya.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ini turut membina produk kerajinan lokal, seperti anyaman rotan dan tikar purun.
“Kita melihat tinjauan UMKM di Muara Kaman sangat luas dan potensial untuk terus dikembangkan terutama sektor pertanian,” lanjutnya.
Kopi Kohiman Etam dan produk UMKM lainnya kini menjadi harapan baru untuk menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal di Muara Kaman. Dengan dukungan yang tepat, menjadi contoh pembangunan ekonomi.
“Ke depan kita butuhkan ke depan adalah pembinaan yang berkelanjutan dan akses pemasaran yang lebih luas, baik melalui digitalisasi maupun sinergi antar desa,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin