Semangat Kartini dinilai sangat relevan untuk mendorong kesetaraan gender dan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.
Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno menyampaikan Hari Kartini seharusnya dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Ia berharap, momen ini menjadi tonggak kebangkitan semangat kaum perempuan Kukar dalam memberikan kontribusi nyata di berbagai lini kehidupan, khususnya dalam pembangunan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Semangat Kartini harus terus hidup. Kami berharap perempuan Kukar makin berani tampil, berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta mendorong generasi penerus menjadi pribadi yang cerdas dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurutnya, tren partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah terus mengalami peningkatan.
“Kita melihat salah satu indikatornya adalah naiknya angka keterwakilan perempuan di lembaga legislatif wilayah Kukar dari sebelumnya hanya 3–4 persen menjadi 14,5 persen saat ini. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya kehadiran perempuan dalam pengambilan keputusan di ruang publik,” jelasnya.
Tak hanya di parlemen, partisipasi perempuan juga mulai tampak kuat di tingkat desa dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hero menyebutkan, kehadiran perempuan dalam struktur pemerintahan menciptakan perspektif yang lebih inklusif dan beragam dalam kebijakan pembangunan.
Dengan tren positif ini, Pemkab Kukar optimistis akan lahir lebih banyak generasi milenial perempuan yang tangguh, inovatif, dan mandiri. Generasi yang tak hanya mengikuti arus, tapi mampu memimpin dan membawa perubahan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Kita ingin perempuan-perempuan muda Kukar menjadi pionir, pelopor, dan penggerak kemajuan, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk masyarakat dan masa depan daerah,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin