Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono menyampaikan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu kali ini tercatat tetap solid, berada di atas angka 60 persen.
"Meski ada sedikit penurunan dibanding pilkada pertama, partisipasi kita tetap cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya masih sangat kuat," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah faktor sempat memengaruhi tingkat kehadiran pemilih. "Perpindahan TPS memang sempat jadi tantangan, tapi di sisi lain, di beberapa lokasi hal ini justru meningkatkan partisipasi karena jadi lebih dekat atau mudah dijangkau," ujarnya.
Faktor demografis juga turut memberi warna dalam dinamika pemilu kali ini. Banyak pemilih muda yang berstatus pelajar tidak berada di Kukar saat hari pemungutan suara karena sudah kembali ke luar daerah. Selain itu, sejumlah pegawai perusahaan memilih tetap bekerja.
"Macam-macam alasannya. Ada yang pelajar, ada pekerja. Tapi kita tetap apresiasi semangat warga yang datang dan berpartisipasi," imbuhnya.
Momentum libur panjang yang berdekatan dengan hari pemungutan suara juga disebut memberi pengaruh terhadap kehadiran pemilih. Meski begitu, Kukar tetap mencatat angka partisipasi yang termasuk tinggi secara nasional.
"Secara keseluruhan kita masih patut bersyukur karena partisipasi di atas 60 persen. Ini bukti bahwa demokrasi di Kukar hidup dan terus tumbuh," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur