Program ini merupakan ajang bergengsi yang mengasah wawasan kebangsaan dan kemampuan intelektual pemuda-pemudi Indonesia.
Tahapan pertama adalah seleksi administrasi yang berlangsung pada tanggal 10 hingga 23 Februari 2025. Tahap kedua, seleksi Pancasila dan wawasan kebangsaan pada tanggal 19 hingga 20 Maret 2025. Tahap ketiga, seleksi inteligensia umum pada tanggal 19-20 Maret 2025.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti menjelaskan ratusan peserta dari Kukar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi kini tengah mengikuti serangkaian tahapan seleksi, mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) hingga Tes Intelegensia Umum (TIU), yang menggunakan sistem gugur.
“Kalau mereka tidak lolos, otomatis tidak bisa lanjut ke tes selanjutnya. Ini menantang sedikit menantang, tapi kami apresiasi semangat adik-adik kita yang tetap berjuang,” ujarnya.
Kesbangpol Kukar pun bergerak cepat mengantisipasi hambatan teknis. Salah satunya adalah dengan menyediakan lokasi tes di Tenggarong Seberang yang memiliki fasilitas memadai, bekerja sama dengan Diskominfo Kukar. Langkah ini diambil setelah server pusat BPIP mengalami gangguan, sehingga pelaksanaan tes harus dilakukan bergelombang dengan jumlah terbatas.
“Memilih lokasi di Diskominfo karena mereka punya fasilitas besar dan ruang yang cukup. Harapannya semua peserta bisa tes serentak. Tapi karena server pusat sempat down, akhirnya pelaksanaannya per sepuluh orang,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga aktif melakukan koordinasi lintas sektor demi kelancaran pelaksanaan tes. “Kami juga bersurat ke PLN agar tidak ada pemadaman listrik selama pelaksanaan seleksi. Ini bentuk keseriusan kami dalam mendukung proses ini,” imbuhnya.
Rinda menyebutkan bahwa seleksi ini berlaku bagi peserta dari empat Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, dan Sebulu. Setelah melewati tahapan tes TWK dan TIU, peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahapan lanjutan seperti tes kesehatan, tes fisik, parade, dan baris-berbaris.
“Tahun lalu yang lolos hanya 41 orang. Kita akan lihat hasilnya besok. Mungkin tidak jauh berbeda, karena sistem seleksi sangat ketat dan berstandar tinggi,” ujarnya.
Meski diwarnai tantangan teknis, semangat peserta dan dukungan penuh dari Pemkab Kukar menjadi modal kuat untuk membawa putra-putri daerah melangkah lebih jauh dalam program ini.
“Apapun hasilnya, kami bangga atas partisipasi mereka. Ini bukan hanya soal lolos atau tidak, tapi tentang belajar, berproses, dan mencintai bangsa,” tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur