Dana dikucurkan bersumber dari APBD Kukar Tahun Anggaran (TA) 2025 untuk pembangunan jembatan ini diperkirakan mencapai puluhan miliar.
“Anggaran kurang lebih Rp.58 miliar, tahapannya lelang sudah selesai semua dan sudah berkontrak, cuman kan kita kemarin sempat terkendala DPA nya belum diserahkan ke kami karena efisiensi anggaran, namun sekarang sudah kita terima dan persiapan kita saat ini pihak penyedia sudah melakukan pengukuran ulang,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti kepada awak media, Jumat (11/4/2025).
Linda menyebutkan, target pembangunan jembatan ini jika mengacu pada kontraknya yaitu wajib rampung Desember tahun ini. Diharapkan tidak ada kendala dalam proses pembangunannya. Dengan adanya jembatan diganti baru, diharapkan arus lalu lintas yang tadinya jalan itu sempit bisa mengurangi arus kemacetan terutama pada saat hujan. Karena menurut analisa Dinas PU, kawasan di Jembayan Besi sering terjadi macet terutama pada jam-jam sibuk baik masuk sekolah maupun pulang kerja dan di saat sedang hujan yang menyebabkan banyaknya pengendara yang menggunakan roda empat.
“Kadang kan jalur arah kesana itu banyak sekolah jadi sering macet, dengan adanya jembatan itu nanti mudahan arus lalu lintas lebih lancar dari sebelumnya, panjangnya kurang lebih sama karena dia kan terbatas panjangnya tidak bisa lebih panjang, tapi kalau lebar kurang lebih 14 meter, yang ada saat ini kurang lebih 6 meter, jadi dua kali lipat nya. Sedangkan untuk ketinggian nya kurang lebih 1,2 meter seperti jembatan bongkok itu karena kan jembatan itu ada elevasi permukaan air tertinggi , jadi kita menyesuaikan muka air banjir nya,” paparnya.
Teknis meninggikan bangunan jembatan ini nantinya akan dilihat lagi dari berbagai aspek, terutama aspek kemudahan pengendara, karena pada kawasan ini berdekatan dengan persimpangan.
“Semisal nanti kami meninggikan jembatan nanti on road nya terlalu panjang, bisa-bisa disitu kan ada bangunan seperti kedaton kemudian ada gedung wanita khawatirnya ke tutup, jadi kemungkinan agak pendek sedikit dibuat landai,” tegasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur