Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal usai libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 2025.
Monitoring dilakukan ke beberapa instansi strategis, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kelurahan Melayu, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perkebunan (Disbun).
Dafip Haryanto menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kedisiplinan ASN di Kukar.
“Secara umum, kehadiran pegawai sudah sangat baik. Mayoritas ASN telah kembali melaksanakan tugas, dan mereka yang tidak hadir pun memiliki alasan yang jelas, seperti cuti atau izin,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kesiapan dinas-dinas teknis seperti Dinas Kesehatan yang langsung bergerak melakukan pemantauan ke puskesmas-puskesmas di wilayah kerja masing-masing, sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Tak hanya memantau kehadiran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar perangkat daerah. Dafip menyebutkan bahwa ada beberapa catatan teknis, seperti kekosongan posisi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar di enam kecamatan. Namun, hal ini sedang dalam proses penanganan melalui koordinasi dengan BKPSDM.
“Kami juga tengah membahas penyesuaian struktur kerja di puskesmas, mengingat perubahan status Kepala Puskesmas yang kini menjadi tugas tambahan. Hal ini akan disesuaikan agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” jelasnya.
Kegiatan monitoring ini juga mendapat perhatian dari para kepala dinas dan kepala bidang terkait yang turut hadir dan aktif berdiskusi dalam upaya peningkatan mutu layanan publik.
Dafip berharap hasil evaluasi ini menjadi acuan bagi peningkatan kualitas manajemen ASN dan layanan kepada masyarakat ke depan. “Semangat ASN Kukar untuk kembali bekerja dan melayani setelah libur panjang patut diapresiasi. Ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin