Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono. Momen tersebut menandai berakhirnya masa tugas Aji Lina Rodiah sebagai Kepala Diarpus Kukar, yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 1 Maret 1985. Posisi Aji Lina Rodiah digantikan oleh Rinda Desianti, yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diarpus Kukar sekaligus Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar.
“Apresiasi dan ucapan terima kasih kita kepada Ibu Aji Lina Rodiah yang telah mengabdikan dirinya untuk pemerintah daerah, karena tidak semua kita yang ada disini baik ASN, PPPK bisa mengakhiri masa abdinya seperti beliau artinya masih sehat dan tidak ada masalah,” kata Sunggono.
Dalam arahannya, Sekda mengungkapkan capaian kinerja terhadap khususnya kearsipan sejauh ini Kukar mampu mendapatkan penghargaan nasional berkali-kali itu tentu berkat kontribusi Aji Lina Rodiah.
“Untuk di kearsipan sudah sangat baik, bagaimana sekarang semua OPD itu merasa wajib untuk taat tertib arsip, begitu pula semoga perpustakaan kita juga akan semakin membaik kedepannya,” harap Sekda.
Dalam kesan dan pesan yang disampaikannya, Aji Lina Rodiah menyebutkan dirinya meniti karier sebagai ASN merangkak dari bawah, kemudian mendapat amanah menduduki jabatan Kasubsi, Kasi, Kabid, Sekretaris dan menjadi Kadis. Untuk jabatan Kadis sebelum ditugaskan di Diarpus dirinya memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Terima kasih pak sekda atas bimbingan yang diberikan selama ini kepada saya hingga saya purna tugas per 1 April tadi, saya juga terima kasih ke ibu sekretaris, beserta kabid, saya masuk di diarpus pengetahuan masih nol baik arsip dan perpustakaan sebelumnya saya di pemberdayaan perempuan, saya bisa belajar pengelolaan arsip dan memajukan perpustakaan, terima kasih sekali karena saya masuk diarpus disambut baik dan diajari dengan baik,” sebutnya.
Kepada pejabat yang menggantikan posisinya, Aji Lina Rodiah berpesan untuk bisa memperjuangkan pembangunan Depot Arsip Kukar yang telah direncakanan pembangunannya sejak 2018 lalu namun hingga kini belum bisa terealisasi karena persoalan ketahanan struktur tanah yang sesuai standar nasional.
“Saya titip ke bu Rinda, kita Kukar belum punya depot arsip, saya titip tolong depot nya ya karena usulan ini dari 2018 permohonan, jadi pesan saya itu dan perpustakaan juga saya harap bisa dikembangkan sesuai standar nasional,” harapnya.
Sementara itu, dalam sambutan pertama kali bertugas di Diarpus Kukar, Rinda Desianti berharap dukungan semua rekan-rekan di internal Diarpus Kukar. Rinda mengakui dirinya juga belajar disini. Diarpus adalah sesuatu hal yang benar-benar baru.
“Jujur saya pernah ikut lelang jabatan (untuk Kadis Diarpus, red) tapi gagal, saya banyak belajar dari staf tentang kearsipan, menurut saya semua orang itu guru dan semua tempat adalah sekolah, saya janji akan memperjuangkan depo arsip, karena struktur tanah juga mempengaruhi, itu PR bersama mudahan saya bisa bersama-sama memperjuangkan depo arsip paling tidak tanahnya dulu, bagaimana kebutuhan arsip Kukar harus bisa mengakomodir kebutuhan 10 hingga 20 tahun yang akan datang, insyaAllah saya akan belajar karena 21 tahun saya belajar politik saja,” tegas Rinda. (Adv)
Editor: Erwin