Bupati Kukar, Edi Damansyah menegaskan pentingnya penataan parkir yang terintegrasi dan tertib, serta menyoroti potensi konflik kepentingan yang muncul dari oknum-oknum tertentu.
Edi menyebutkan parkir di kawasan Taman Tanjong saat ini sedang dalam proses penataan ulang. Hal ini dilakukan untuk memastikan tata kelola yang lebih baik dan menghindari pengelolaan sepihak.“Nah parkirnya lagi diatur, karena ada pihak-pihak yang mau ngatur,” ujarnya.
“Kemarin itu sudah saya mintakan yang ngaturnya di Dinas Perhubungan dulu. Baru nanti dibahas bagaimana pola kerja bersamanya.” tambahnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, dengan instansi resmi yang menjadi leading sector dalam pengelolaan parkir publik.
Edi juga menekankan pentingnya menjaga estetika kawasan Taman Tanjong yang merupakan salah satu ikon kota. Penataan yang dilakukan harus tetap memperhatikan keindahan dan kenyamanan taman sebagai ruang publik. “Sudah mulai ada potensi itu (penataan), tapi tetap jagalah ikon-ikonnya,” tegasnya.
Selain soal parkir, Bupati juga mengatakan penataan pasar seni di sekitar Taman Tanjong. Ia meminta masyarakat untuk bersabar, karena proses penataan membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang. “Kalau untuk penataan pasar seni, sabar. Masih ada yang perlu disusun lagi,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada penambahan lapak atau penyewaan tempat yang tidak sah. “Kemudian jangan ditambah-tambah lagi,” ungkapnya.
Meskipun masih ada tantangan di lapangan, Edi menilai bahwa perlahan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketertiban mulai tumbuh.
Upaya penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar menunjukkan komitmen untuk menciptakan ruang publik yang tertib, nyaman, dan layak dinikmati semua lapisan masyarakat. Namun, proses ini membutuhkan dukungan bersama baik dari instansi terkait maupun masyarakat itu sendiri.
Ke depan, Edi berharap agar sinergi antara pemerintah dan warga bisa semakin kuat, sehingga Taman Tanjong dan area Pasar Seni sekitarnya benar-benar menjadi ruang hidup kota yang tertata, bersih, dan inklusif. "Sama-sama kita menjaga ikon baru ini, perlahan kami tata agar tetap terjaga segi estetikanya," pungkasnya. (adv)