Sesaat sebelum memasuki libur cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 hijriah tahun ini, Taman Tanjong yang terletak berada satu kawasan dengan Taman Titik Nol ini akhirnya dibuka oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) setelah pembangunan bertahap selama dua tahun terakhir.
“Sudah dibuka tapi itu sudah kita serahkan ke teman-teman DLHK untuk pengelolaan nya, bagaimana operasionalnya di kawasan itu, kita kemarin bantu fasilitasi untuk pembangunannya saja setelah itu sudah kita rapatkan dan sudah kita serahkan ke teman-teman DLHK,” kata Kepala Dinas PU Wiyono kepada korankaltim.com, Rabu (2/4/2025).
Wiyono menjelaskan, diserahkan pengelolaan Taman Tanjong ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Kukar, karena terkait pertamanan saat ini wewenangnya berada di bawah DLHK, sebelumnya terkait pertamanan ini menjadi wewenang dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
“Untuk pembangunannya kemarin berlangsung dua tahun kita menyelesaikan karena kan bertahap, sedikit-sedikit (pembiayaanya, red) karena harus berbagi dengan yang lainnya dan alhamdulillah tahun ini sudah bisa kita fungsikan terlepas dari berbagai kekurangan tapi paling tidak sudah bisa difungsikan untuk tempat-tempat santai berkeluarga, memang masih ada kurang-kurang nya untuk perbaikan tapi kalau tidak kita fungsikan kan terkesan mangkrak jadi segera kita fungsikan nanti sambil berproses untuk pembenahannya,” jelasnya.
Secara keseluruhan pembangunan Taman Tanjong ini sudah rampung, hanya bagian kecil saja yabg perlu penyempurnaan semisal selokan yang perlu ditutup oleh besi untuk membuat pengunjung lebih nyaman dan aman, kemudian penambahan lampu tematik di areal payung-payung serta penambahan pencahayaan di areal panggung.
“Sudah jadi, hanya saja perlu pembenahan sedikit saja, penambahan itu tinggal kita diskusikan dan diambil alih oleh teman-teman DLHK,” tegasnya.
Yang terpenting saat ini, Taman Tanjong itu sudah bisa difungsikan, kalau tidak difungsikan maka terkesan tidak selesai dan mangkrak, karena taman ini cukup dinantikan oleh masyarakat.
“Dan pas momen nya libur lebaran, view-nya juga bagus karena di belakangnya kan Jembatan Repo-repo yang ada lampu-lampunya, pandangan suasana, prinsipnya kami di PU ini menyelesaikan yang harus diselesaikan supaya itu bisa kita fungsikan jadi pembangunan di Tenggarong itu walaupun sedikit tetapi terlihat fungsional, tidak kemudian kita tinggalkan,” demikian Wiyono. (adv)