Pada pelaksanaan Salat Idulfitri yang digelar di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong, ribuan umat Muslim tampak berkumpul.
“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-nya. Setelah menjalani ibadah Ramadan selama 30 hari, kita diberikan kesempatan merayakan Idulfitri sebagai manifestasi kehidupan kita kepada Sang Khalik,” jelasnya.
Menurutnya, Idulfitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga refleksi dari ibadah yang telah dijalankan selama Ramadan. Selain dimensi ibadah, bulan suci ini juga mengandung nilai sosial, seperti zakat fitrah yang mencerminkan komitmen moral dan kepedulian terhadap sesama.
“Zakat fitrah menjadi salah satu refleksi nyata dari dimensi sosial Ramadan. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat yang membutuhkan. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Dafip juga menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah dan ketakwaan yang telah dibangun selama Ramadan agar tetap berlanjut setelahnya. Ia mengajak masyarakat untuk terus berbuat kebaikan dan berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ramadan telah melatih kita untuk menempa mental dan spiritual, melatih kesabaran, serta meningkatkan ketakwaan. Kita berharap kebiasaan baik ini tidak hanya bertahan di bulan Ramadan tetapi juga setelahnya,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), lanjutnya, terus berkomitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dafip berharap kebersamaan yang terjalin selama Ramadan dan Idulfitri dapat mempererat persatuan dan meningkatkan kesejahteraan di wilayah tersebut.
Dalam suasana penuh kebahagiaan, umat Muslim di Kukar merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.
"Semoga adanya hari yang fitri ini kita bisa menjadi pribadi yang sabar dan tangguh," tutupnya. (adv)
Editor: Erwin