Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono menyampaikan bahwa saat ini Kukar telah berkontribusi sebesar 40 persen dalam memenuhi kebutuhan beras di Kaltim.
Selain itu, pihaknya juga telah menetapkan lima kecamatan sebagai zona pengembangan pertanian berbasis kawasan untuk meningkatkan produksi pangan secara optimal, terutama di daerah hulu.
“Kami menargetkan hingga tahun 2026, Kukar dapat menjadi pemasok bahan pokok di Kaltim, bukan hanya untuk kebutuhan lokal tetapi juga sebagai penyangga ketahanan pangan regional,” ujarnya.
Namun, ada beberapa tantangan yang harus diatasi, seperti distribusi hasil panen dan infrastruktur pertanian yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Pemkab Kukar terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan dukungan dalam hal logistik, permodalan, dan inovasi teknologi pertanian.
Selain itu, pemerintah daerah juga turut memastikan melalui dinas terkait, terhadap pasokan pangan yang setiap tahunnya dalam angka stabil.
Ke depan, diharapkan Kukar tidak hanya menjadi daerah yang mampu menekan inflasi melalui stabilisasi harga pangan, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam penyediaan bahan pokok bagi wilayah Kaltim.
“Pasokan beras kita aman, dan Kukar rutin manjadi salah satu pemasok beras di Kaltim, khusunya untuk kebutuhan pangan di Kaltim,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin