Acara yang berlangsung sejak 22 hingga 27 Maret 2025 ini mengangkat tema "Membangun Identitas Islam di Tengah Arus Modernitas." Bertempat di halaman Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong.
Asisten 3 Administrasi dan Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto mengungkapkan Ramadan bukan sekadar ibadah, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan membangun kebersamaan dalam masyarakat. Ia menekankan pentingnya semangat ukhuwah Islamiyah dalam meningkatkan kohesi sosial di tengah kehidupan modern.
Tidak hanya sebagai ajang syiar Islam, IRMA Ramadan Fair juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkompetisi dan mengembangkan potensi diri dalam berbagai bidang. Beragam perlombaan digelar, mulai dari lomba Beegerakan Sahur, Habsyi, Fashion Show Busana Muslim, Kreasi Oda Bejual, Mewarnai Anak, Ranking 1 Islam, Videografi, hingga lomba Promosi LPR dan Anak Sholeh. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk berkarya, berinovasi, serta menyalurkan bakat dan kreativitas.
"Pemkab Kukar memberikan apresiasi kepada IRMA Masjid Agung Sultan Sulaiman, atas peran aktifnya dalam dakwah serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif," jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menggerakkan Berbagai transaksi dalam sektor kuliner dan produk kreatif menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan selaras dengan penguatan ekonomi masyarakat khususnya lorong Ramadan yang banyak menjual makanan tradisional hingga modern
Pemkab Kukar berharap keberhasilan acara ini menjadi langkah awal bagi capaian yang lebih gemilang di masa depan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam memperkuat identitas Islam di tengah arus modernitas.
"Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadhan dan memberikan keberkahan kepada kita semua," pungkasnya. (adv)