Berbagai kegiatan akan dilaksanakan, mulai dari penguatan kapasitas Posyandu, kelas ibu hamil, edukasi kesehatan keluarga, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, layanan skrining kehamilan melalui Mobile USG, dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, hingga monitoring dan pendampingan berbasis masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kubar, dr. Nyoman Mahardika, mengatakan stunting masih menjadi salah satu prioritas nasional karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan proses yang berkelanjutan dan tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan.
“Gerakan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kemitraan yang kuat. Pencegahan juga harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bukan hanya ketika bayi telah lahir. Perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan terbesar sehingga edukasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahap awal Program GEMILANG difokuskan di Kecamatan Melak dan Muara Pahu dengan sasaran 10 Posyandu.
Melalui program tersebut akan dilakukan berbagai intervensi, seperti edukasi kesehatan, pemberian makanan tambahan, peningkatan kualitas layanan Posyandu, serta penguatan pendampingan bagi ibu hamil dan balita.
Sementara itu, Project Coordinator Provinsi Kalimantan Timur doctorSHARE, Dedi Saputra, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, khususnya Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaran, atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan sehingga program tersebut dapat mulai dilaksanakan.
Menurut Dedi, Program GEMILANG merupakan komitmen bersama doctorSHARE dan Bayan Resources melalui Program Bayan Peduli untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, mendukung percepatan penurunan stunting, serta memastikan ibu hamil, bayi, dan balita memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada organisasi pelaksana, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kampung, sektor swasta, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Ketika seorang ibu menjalani kehamilan dengan sehat, bayi memperoleh pelayanan kesehatan yang baik sejak dini, dan balita tumbuh dengan gizi yang optimal, maka kita sedang membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul bagi Kabupaten Kutai Barat di masa depan,” katanya.
Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani mengatakan Program GEMILANG menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, doctorSHARE, Bayan Resources, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat penanganan stunting di Kubar.
Berdasarkan data Pemkab Kubar, prevalensi stunting di daerah tersebut masih berada pada angka 27,6 persen.
Hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 804 balita terindikasi stunting dari 6.537 balita yang telah diukur.
Kasus tersebut tersebar di 194 kampung di 16 kecamatan sehingga belum ada satu pun kampung yang bebas dari stunting.
“Kondisi ini memerlukan perhatian dan tanggung jawab bersama. Penanganan stunting harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi Yayasan doctorSHARE dan Bayan Resources yang telah menghadirkan Program GEMILANG sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kubar” ujar Nanang.
Ia berharap Program GEMILANG dapat menjadi model kolaborasi yang terus diperluas ke seluruh kecamatan.
Menurutnya, sinergi pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan generasi Kubar yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting. (adv)